Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 06 Mei 2026
home masjid detail berita

Bacaan Zikir yang Paling Utama di Mata Allah adalah Syahadat

miftah yusufpati Sabtu, 26 April 2025 - 05:15 WIB
Bacaan Zikir yang Paling Utama di Mata Allah adalah Syahadat
Kalimat laa ilaaha illallah menjadi bacaan zikir yang paling utama di mata Allah SWT. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Syahadat adalah dua kalimat kesaksian dalam Islam yang merupakan rukun Islam yang pertama, yaitu "Asyhadu an laa ilaaha illallaahu, wa asyhadu anna Muhammadar rasuulullaah" yang artinya "Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah".

Kalimat Laa ilaha illallah mengandung dua pengertian, yaitu: Penolakkan atas segala bentuk sesembahan selain Allah dan menetapkan satu-satunya sesembahan yang haq hanyalah Allah semata.

Di dalam Al-Quran, Allah berfirman: “Maka ketahuilah (ilmuilah) bahwasannya tidak ada sesembahan yang benar selain Allah.” (QS Muhammad (47): 19).

Berdasarkan ayat ini, maka belajar tentang makna dari kalimat laa ilaha illallah adalah kewajiban pertama bagi seorang muslim sebelum belajar tentang rukun-rukun Islam yang lain.

Mengapa kita perlu mempelajari makna kalimat laa ilaha ilallallah terlebih dahulu, sebelum mempelajari rukun-rukun Islam yang lainnya, karena kalimat laa ilaha illallah ini adalah merupakan kunci pokok bagi keselamatan, keamanan, kedamaian, ketentraman, dan kesejahteraan hidup seorang manusia, baik di dunia, maupun di akhirat.

Baca juga: Momen Steven Wongso Kekasih Arafah Menjadi Mualaf, Lancar Ucapkan 2 Kalimat Syahadat

Seorang manusia yang mengucapkan kalimat laa ilaha illallah dengan penuh keikhlasan dan kesadaran, maka ia akan masuk surga. Dalam sebuah hadis Rasulullah Shallallahu ’alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang mengucapkan laa ilaaha illallah dengan ikhlas maka ia akan masuk ke dalam surga.”

Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa mengucapkan: ’saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah dengan benar kecuali Allah SWT semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya, dan bersaksi bahwa Isa adalah hamba Allah dan anak dari hamba-Nya dan kalimat-Nya yang disampaikan kepada Maryam serta Roh dari-Nya dan bersaksi pula bahwa surga adalah benar adanya dan neraka pun benar adanya’, Maka Allah pasti akan memasukkannya ke dalam surga dari delapan pintu surga yang mana saja yang dia kehendaki.” (HR. Muslim)

Yang dimaksud orang ikhlas di sini adalah orang yang betul-betul paham akan makna dan segala konsekuensinya dari kalimat laa ilaaha illallah.

Atas kepahamamannya itu, maka ia sadar akan betapa pentingnya kalimat laa ilaaha illallah bagi kehidupannya, dan kemudian mendorongnya secara ikhlas untuk bersyahadat (bersumpah, berikrar, dan berjanji) di atas kalimat laa ilaha illallah. Setelah dia bersyahadat, maka mulailah dia membuktikan syahadatnya dalam hidup dan kehidupannya.

Semakin dia ikhlas dan berpegang teguh dengan syahadat laa ilaha illallah-nya, maka ia pun semakin paham bagaimana konsekuensi dari pada kalimat laa ilaha illallah itu sendiri.

Baca juga: Kisah Palsu Alqomah: Ahli Ibadah yang Jelang Ajal Lidahnya Kelu Tak Dapat Mengucap Syahadat


Syahadat juga berarti ikrar (pengakuan), sumpah dan perjanjian. Pada QS al-Imran ayat 18, Allah SWT berfirman "Allah menyatakan tidak ada tuhan selain Dia; demikian pula para malaikat dan orang berilmu yang menegakkan keadilan, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."

Pada ayat yang lain, Allah SWT berfirman tentang status Rasulullah SAW sebagai utusan. "Hai Nabi, sesungguhnya Kami mengutusmu untuk jadi saksi dan pembawa kabar gembira serta pemberi peringatan."(QS al-Ahzab ayat 45).

Para pembesar Quraisy memahami betul inti kalimat syahadat. Oleh karena itu, mereka menolak saat Rasulullah meminta mereka untuk mengucapkan Lailahaillallah Muhammad Rasulullah.

Kepada para pembesar Bani Hasyim, Nabi Muhammad bersabda, "Wahai saudara-saudara, maukah kalian aku beri satu kalimat, di mana dengan kalimat itu kalian akan dapat menguasai seluruh jazirah Arab?" Kemudian Abu Jahal menjawab, "Jangankan satu kalimat, sepuluh kalimat berikan kepadaku."

Kemudian, Rasulullah pun mengatakan, "Ucapkanlah laa ilaha illa Allah dan Muhammad Rasulullah."

Abu Jahal pun menjawab, "Kalau itu yang engkau minta, berarti engkau mengumandangkan peperangan dengan semua orang Arab dan bukan Arab."

Baca juga: Masuk Surga: Semasa Hidup Bermaksiat, saat Sakaratul Maut Mengucap Dua Kalimat Syahadat

Penolakan Abu Jahal kepada kalimat ini bukan karena dia tidak paham akan makna dari kalimat itu. Abu Jahal justru tidak mau menerima sikap yang mesti tunduk, taat, dan patuh hanya kepada Allah SWT. Jika bersikap seperti itu, Abu Jahal menyadari bahwa semua orang akan tidak tunduk lagi kepadanya.

Abu Jahal ingin mendapatkan loyalitas dari kaum dan bangsanya. Jika dia mengikuti untuk bersyahadat, artinya Abu Jahal dan para pembesar itu menerima semua aturan dan segala akibatnya.

Orang-orang yang senantiasa membaca dan mengucapkan kalimat laa ilaaha illallah maka dapat menjadi penghuni surga dengan cara masuk melalui salah satu dari delapan pintu surga yang kita sukai.

Kebaikan Paling Utama

Selain bisa membawa manusia terbebas dari neraka, kalimat laa ilaaha illallah juga merupakan kebaikan yang paling utama yang kita dapatkan jika membacanya.

Abu Dzar pernah bertanya: “Katakanlah padaku wahai Rasulullah, ajari aku amalan yang dapat menjauhkanku dari neraka”. Nabi SAW bersabda “apabila engkau melakukan kejelekan (dosa), maka lakukanlah kebaikan karena dengan melakukan kebaikan itu engkau akan mendapat sepuluh yang semisal”. Lalu Abu Dzar berkata, “wahai Rasulullah, apakah kalimat laa ilaaha illallah merupakan kebaikan?

Baca juga: Kisah Mualaf Petinju Inggris, Jake Henty yang Ditinggal Sponsor Usai Bersyahadat

Nabi SAW bersabda “kalimat itu merupakan kebaikan yang paling utama. Kalimat itu dapat menghapuskan berbagai dosa dan kesalahan”.

Zikir merupakan salah satu ibadah yang wajib dijalani kaum muslim dan muslimin, hal tersebut di anjurkan agar kita senantiasa mengingat Allah SWT dalam keadaan apapun. Ada berbagai macam bacaan zikir yang dapat kita baca, namun kalimat laa ilaaha illallah menjadi bacaan zikir yang paling utama di mata Allah SWT.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 06 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:13
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)