Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 24 Mei 2026
home masjid detail berita

Syahadat di Ujung Nafas: Tiket Terakhir ke Surga yang Tak Pernah Hangus

miftah yusufpati Kamis, 19 Juni 2025 - 16:45 WIB
Syahadat di Ujung Nafas: Tiket Terakhir ke Surga yang Tak Pernah Hangus
Dalam dunia modern yang kadang memuja performa religius lahiriah, pesan ini seperti tamparan halus.Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Bagi sebagian orang, pintu surga bukan dibuka lewat amal yang menumpuk atau ibadah yang sempurna. Tapi cukup dengan satu kalimat yang dilafalkan di detik terakhir hidup: Laa ilaaha illallaah. Kalimat tauhid yang menjadi syarat pokok masuk Islam itu, sebagaimana disebutkan dalam berbagai hadis sahih, juga menjadi jaminan keselamatan yang tak lekang, meski penuh luka dan noda.

Syaikh Yusuf al-Qardhawi, ulama terkemuka Mesir, menggarisbawahi hal itu dalam karyanya Fatawa Qardhawi. Menurutnya, siapa pun yang meninggal dunia dalam keadaan masih membawa sebutir iman dan mengucapkan dua kalimat syahadat sebelum ajal, maka ia “pasti masuk surga”—meski jalannya mungkin berkelok dan penuh siksa.

“Dia diazab terlebih dahulu di neraka disebabkan kemaksiatan dan dosa-dosanya yang belum bertobat dan tidak diampuni. Tetapi dia juga tidak kekal di neraka, karena di dalam hatinya masih ada sebutir iman,” tulis Qardhawi.

Dalam hadis riwayat Abu Dzar yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa mengucapkan Laa ilaaha illallaah, kemudian meninggal, maka pasti masuk surga.” Sebuah hadis yang kemudian menjadi oase harapan bagi banyak Muslim yang terseok-seok menjaga konsistensi iman.

Baca juga: Bacaan Zikir yang Paling Utama di Mata Allah adalah Syahadat

Namun, janji itu bukan berarti impunitas spiritual. Jalan ke surga tetap harus melewati pengadilan amal. Qardhawi menjelaskan bahwa seorang Muslim tetap bisa mengalami azab neraka jika meninggal dalam keadaan belum bertobat dari dosa-dosa besar seperti zina, pencurian, atau pengkhianatan. Tapi azab itu, kata Nabi dalam banyak hadisnya, bersifat temporer. Surga tetap menjadi titik akhir.

“Walaupun dia berbuat zina dan mencuri,” demikian sabda Nabi ﷺ dalam hadis riwayat Abu Dzar yang dikutip Qardhawi, “jika ia tidak mempersekutukan Allah, maka pasti akan masuk surga.” Hadis itu diulang Nabi dua kali, seolah mempertegas bahwa rahmat Allah mengalahkan murka-Nya.

Dengan kata lain, syahadat yang diucapkan menjelang kematian adalah pengakuan terakhir yang tidak bisa diabaikan. Ia tak memadamkan neraka sepenuhnya, tapi menjamin bahwa si pengucap tidak akan kekal di dalamnya. Ada titik terang di ujung terowongan, betapapun panjang dan panasnya jalan.

Pandangan ini bukan hanya menyajikan optimisme teologis, tapi juga membawa implikasi sosial. Ia mengingatkan umat Islam untuk tak mudah menghakimi siapa pun yang wafat dalam keadaan Islam, meski semasa hidupnya jauh dari kesalehan. Sebab urusan batin dan akhir hayat selalu berada di bawah domain mutlak Allah.

Dalam dunia modern yang kadang memuja performa religius lahiriah, pesan ini seperti tamparan halus: bahwa syahadat di ujung nafas bisa lebih bermakna daripada seumur hidup ritus yang kosong dari iman.

Baca juga: Viral Video Bobon Santoso Mualaf, Lafal Syahadat Dituntun Ustaz Derry Sulaiman

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 24 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)