Pentingnya Deteksi Dini Kendalikan Hipertensi, Katagorinya Silent Killer
Fajar adhitya
Jum'at, 20 Juni 2025 - 07:52 WIB
Foto: Freepik.com
LANGIT7.ID-Jakarta; Yayasan Jantung Indonesia (YJI) mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pengendalian hipertensi sebagai langkah awal pencegahan penyakit kardiovaskular.
"Hipertensi adalah silent killer yang sering tidak disadari. Di Indonesia, 1 dari 3 orang dewasa menderita hipertensi, namun mayoritas tidak menyadarinya. Melalui kampanye ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah sebagai langkah awal pencegahan," kata Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Annisa Pohan, dalam keterangan pers.
Kampanye nasional bertajuk "Lawan Hipertensi, Dimulai dari Deteksi Dini" mengingatkan masyarakat tentang tekanan darah tinggi yang sebelumnya sering dianggap masalah kesehatan lanjut usia, namun generasi muda di Indonesia juga rentan terhadap kondisi ini.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tensimeter sebesar 10,7 persen pada kelompok usia 18–24 tahun dan 17,4 persen pada kelompok 25–34 tahun. Fakta ini mengejutkan, mengingat hipertensi dapat menjadi silent killer tanpa gejala awal yang jelas.
Hipertensi pada kelompok usia muda disebabkan akibat gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, konsumsi garam berlebihan, kurang aktivitas fisik, serta stres berkepanjangan.
Nikotin dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan peningkatan detak jantung, yang memicu tekanan darah tinggi. Sementara asupan natrium atau garam yang tinggi berkontribusi pada retensi cairan dan peningkatan tekanan darah.
Gaya hidup anak muda yang sedentari juga memperburuk risiko obesitas dan hipertensi, serta stres kronis dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik, yang berdampak pada peningkatan tekanan darah.
"Hipertensi adalah silent killer yang sering tidak disadari. Di Indonesia, 1 dari 3 orang dewasa menderita hipertensi, namun mayoritas tidak menyadarinya. Melalui kampanye ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk rutin memeriksa tekanan darah sebagai langkah awal pencegahan," kata Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Annisa Pohan, dalam keterangan pers.
Kampanye nasional bertajuk "Lawan Hipertensi, Dimulai dari Deteksi Dini" mengingatkan masyarakat tentang tekanan darah tinggi yang sebelumnya sering dianggap masalah kesehatan lanjut usia, namun generasi muda di Indonesia juga rentan terhadap kondisi ini.
Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi hipertensi berdasarkan hasil pengukuran tensimeter sebesar 10,7 persen pada kelompok usia 18–24 tahun dan 17,4 persen pada kelompok 25–34 tahun. Fakta ini mengejutkan, mengingat hipertensi dapat menjadi silent killer tanpa gejala awal yang jelas.
Hipertensi pada kelompok usia muda disebabkan akibat gaya hidup tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, konsumsi garam berlebihan, kurang aktivitas fisik, serta stres berkepanjangan.
Nikotin dalam rokok menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan peningkatan detak jantung, yang memicu tekanan darah tinggi. Sementara asupan natrium atau garam yang tinggi berkontribusi pada retensi cairan dan peningkatan tekanan darah.
Gaya hidup anak muda yang sedentari juga memperburuk risiko obesitas dan hipertensi, serta stres kronis dapat mengaktifkan sistem saraf simpatik, yang berdampak pada peningkatan tekanan darah.