Menkomdigi: Mahasiswa Vokasi Harus Jadi Punggawa Utama Transformasi Digital Indonesia
Lusi mahgriefie
Senin, 30 Juni 2025 - 09:24 WIB
Menkomdigi: Mahasiswa Vokasi Harus Jadi Punggawa Utama Transformasi Digital Indonesia
Transformasi digital di Indonesia harus diiringi dengan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni, dengan demikian manusia tidak bisa tergantikan oleh kehadiran kecerdasan buatan (AI). Para mahasiswa bisa dipersiapkan menjadi punggawa utama transformasi digital, khususnya mahasiswa vokasi.
Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan komitmen mempercepat pencetakan talenta digital nasional. Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan pesan kuat agar mahasiswa vokasi menjadi punggawa utama transformasi digital Indonesia, khususnya di bidang AI.
Baca juga:Launching Mobil Advokasi, Perempuan Bangsa Komitmen Jadi Rumah Inklusif
"Dengan belajar cakap digital ini, dengan belajar bagaimana cara menggunakan AI, teman-teman ini gak akan tergantikan. Justru teman-teman menjadi pionir atau punggawa ketika AI masuk, ketika technological disruption masuk, teman-teman lah yang nanti akan meng-operate itu semua," ujar Staf Khusus Menteri Alfreno Kautsar Ramadhan menyampaikan pesan Menteri Meutya Hafid dalam kuliah umum di Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta, Jumat lalu.
Kegiatan bertajuk "Pengenalan dan Implementasi AI di Kota Yogyakarta: Berdaya dengan AI untuk Generasi Cakap Digital" ini menjadi momentum penting untuk menekankan arah kebijakan Komdigi dalam mencetak talenta digital yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan.
"Ibu (Menteri) menyatakan bahwa kampus ini harus menjadi contoh bahwa adanya medium atau wadah politeknik yang mendukung dan nge-lead transformasi digital. Harapannya Ibu Menteri STMM itu nanti menjadi politeknik digital," tutur Alfreno.
Baca juga:Pendidikan Vokasi di Indonesia Harus Bisa Lahirkan SDM Unggul di Pasar Kerja Nasional & Global
Kementerian Komunikasi dan Digital menegaskan komitmen mempercepat pencetakan talenta digital nasional. Menkomdigi Meutya Hafid menyampaikan pesan kuat agar mahasiswa vokasi menjadi punggawa utama transformasi digital Indonesia, khususnya di bidang AI.
Baca juga:Launching Mobil Advokasi, Perempuan Bangsa Komitmen Jadi Rumah Inklusif
"Dengan belajar cakap digital ini, dengan belajar bagaimana cara menggunakan AI, teman-teman ini gak akan tergantikan. Justru teman-teman menjadi pionir atau punggawa ketika AI masuk, ketika technological disruption masuk, teman-teman lah yang nanti akan meng-operate itu semua," ujar Staf Khusus Menteri Alfreno Kautsar Ramadhan menyampaikan pesan Menteri Meutya Hafid dalam kuliah umum di Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta, Jumat lalu.
Kegiatan bertajuk "Pengenalan dan Implementasi AI di Kota Yogyakarta: Berdaya dengan AI untuk Generasi Cakap Digital" ini menjadi momentum penting untuk menekankan arah kebijakan Komdigi dalam mencetak talenta digital yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga menjadi penggerak perubahan.
"Ibu (Menteri) menyatakan bahwa kampus ini harus menjadi contoh bahwa adanya medium atau wadah politeknik yang mendukung dan nge-lead transformasi digital. Harapannya Ibu Menteri STMM itu nanti menjadi politeknik digital," tutur Alfreno.
Baca juga:Pendidikan Vokasi di Indonesia Harus Bisa Lahirkan SDM Unggul di Pasar Kerja Nasional & Global