Jelang Pembicaraan Damai di AS, Situasi Gaza Masih Memanas
Nabil
Selasa, 01 Juli 2025 - 09:41 WIB
Jelang Pembicaraan Damai di AS, Situasi Gaza Masih Memanas
LANGIT7.ID-Jakarta;Serangan udara Israel pada Senin (30/6) kembali mengguncang Gaza dan menewaskan sedikitnya 58 orang. Warga di Gaza bagian utara menyebut ini sebagai salah satu serangan paling brutal dalam beberapa pekan terakhir. Di saat bersamaan, sejumlah pejabat Israel dijadwalkan datang ke Washington untuk membahas gencatan senjata bersama pemerintahan Presiden Donald Trump.
Hanya sehari setelah Trump menyerukan agar perang yang sudah berlangsung selama 20 bulan itu segera dihentikan, salah satu orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dijadwalkan hadir di Gedung Putih untuk membahas gencatan senjata di Gaza, isu Iran, serta kemungkinan kesepakatan diplomatik di kawasan Timur Tengah.
Namun di lapangan, tidak ada tanda-tanda pertempuran akan mereda. Militer Israel pada hari yang sama mengeluarkan perintah evakuasi baru-besaran untuk warga di Gaza utara, memicu gelombang pengungsian berikutnya.
Baca juga: Piers Morgan Desak Trump Minta Netanyahu Hentikan Perang Gaza
“Ledakan nggak pernah berhenti. Mereka ngebom sekolah dan rumah. Rasanya kayak gempa terus-terusan,” kata Salah (60 tahun), ayah lima anak dari Gaza City. “Di berita katanya gencatan senjata sudah dekat, tapi di sini yang kami lihat cuma kematian dan suara ledakan.”
Tank-tank Israel masuk ke kawasan timur wilayah Zeitoun, Gaza City, dan menggempur sejumlah titik di utara. Pesawat tempur juga menjatuhkan bom ke setidaknya empat sekolah, setelah sebelumnya memerintahkan ratusan keluarga yang berlindung di dalamnya untuk pergi, kata warga setempat.
Menurut otoritas kesehatan, setidaknya 58 orang tewas akibat serangan Israel hari Senin. Di antaranya, 10 orang tewas di Zeitoun, dan sedikitnya 13 lainnya di wilayah barat daya Gaza City. Petugas medis menyebut mayoritas korban di wilayah barat daya tertembak, meskipun warga juga menyebut ada serangan udara di lokasi itu.
Hanya sehari setelah Trump menyerukan agar perang yang sudah berlangsung selama 20 bulan itu segera dihentikan, salah satu orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dijadwalkan hadir di Gedung Putih untuk membahas gencatan senjata di Gaza, isu Iran, serta kemungkinan kesepakatan diplomatik di kawasan Timur Tengah.
Namun di lapangan, tidak ada tanda-tanda pertempuran akan mereda. Militer Israel pada hari yang sama mengeluarkan perintah evakuasi baru-besaran untuk warga di Gaza utara, memicu gelombang pengungsian berikutnya.
Baca juga: Piers Morgan Desak Trump Minta Netanyahu Hentikan Perang Gaza
“Ledakan nggak pernah berhenti. Mereka ngebom sekolah dan rumah. Rasanya kayak gempa terus-terusan,” kata Salah (60 tahun), ayah lima anak dari Gaza City. “Di berita katanya gencatan senjata sudah dekat, tapi di sini yang kami lihat cuma kematian dan suara ledakan.”
Tank-tank Israel masuk ke kawasan timur wilayah Zeitoun, Gaza City, dan menggempur sejumlah titik di utara. Pesawat tempur juga menjatuhkan bom ke setidaknya empat sekolah, setelah sebelumnya memerintahkan ratusan keluarga yang berlindung di dalamnya untuk pergi, kata warga setempat.
Menurut otoritas kesehatan, setidaknya 58 orang tewas akibat serangan Israel hari Senin. Di antaranya, 10 orang tewas di Zeitoun, dan sedikitnya 13 lainnya di wilayah barat daya Gaza City. Petugas medis menyebut mayoritas korban di wilayah barat daya tertembak, meskipun warga juga menyebut ada serangan udara di lokasi itu.