LANGIT7.ID-Jakarta; Jurnalis dan presenter asal Inggris, Piers Morgan, mendesak Presiden AS Donald Trump agar segera meminta Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk menghentikan perang di Gaza yang disebutnya sebagai “mengerikan.”
"Presiden (Donald Trump), sekarang waktunya kamu bilang ke (Benjamin Netanyahu) untuk hentikan perang mengerikan di Gaza ini, dan akhiri pembantaian warga sipil setiap hari yang tak kunjung berhenti," tulis Morgan di platform X pada hari Minggu.
"Hanya kamu yang bisa melakukan ini, dan sebagai temanmu yang tahu kamu benci perang, aku mohon kamu lakukan ini," lanjut Morgan dalam unggahannya.
Morgan selama ini memang sering aktif dalam perdebatan publik soal perang Israel-Hamas lewat acaranya “Piers Morgan Uncensored.”
Beberapa cuplikan perdebatan soal Gaza dari acara itu sempat viral, salah satunya yang menampilkan komedian asal Mesir sekaligus presenter TV, Bassem Youssef.
Saat konflik Israel-Palestina kembali memanas pasca serangan Hamas 7 Oktober 2023, Morgan sempat vokal membela aksi balasan Israel. Ia berulang kali menyatakan bahwa “Israel punya hak untuk membela diri” meskipun saat itu Gaza dibombardir hebat dan ribuan orang tewas.
Tapi, belakangan sikap Morgan mulai berubah.
Dalam salah satu tayangan bersama jurnalis Mehdi Hasan, Morgan mengaku sudah tidak bisa lagi menahan diri untuk tidak mengkritik Israel.
"Aku sebelumnya masih menahan diri untuk tidak sekritis kamu terhadap pemerintah Israel; tapi sekarang tidak lagi," kata Morgan ke Hasan.
"Aku rasa kita sepakat melihat situasi ini, bagaimana blokade (oleh Israel) di Gaza sebenarnya cuma bentuk kelaparan massal terhadap penduduk, termasuk perempuan dan anak-anak yang tak berdosa."
Desakan Morgan ke Trump muncul di tengah agresi militer Israel yang terus berlangsung di Gaza. Menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza — yang juga diakui PBB sebagai sumber terpercaya — lebih dari 56.500 orang telah tewas akibat serangan Israel, sebagian besar adalah warga sipil.
Perang ini bermula dari serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 yang menyebabkan 1.219 orang tewas di Israel, mayoritas warga sipil, menurut data AFP yang mengutip sumber resmi Israel.
(lam)