Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 Juli 2026
home global news detail berita

Jelang Pembicaraan Damai di AS, Situasi Gaza Masih Memanas

nabil Selasa, 01 Juli 2025 - 09:41 WIB
Jelang Pembicaraan Damai di AS, Situasi Gaza Masih Memanas
LANGIT7.ID-Jakarta; Serangan udara Israel pada Senin (30/6) kembali mengguncang Gaza dan menewaskan sedikitnya 58 orang. Warga di Gaza bagian utara menyebut ini sebagai salah satu serangan paling brutal dalam beberapa pekan terakhir. Di saat bersamaan, sejumlah pejabat Israel dijadwalkan datang ke Washington untuk membahas gencatan senjata bersama pemerintahan Presiden Donald Trump.

Hanya sehari setelah Trump menyerukan agar perang yang sudah berlangsung selama 20 bulan itu segera dihentikan, salah satu orang kepercayaan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dijadwalkan hadir di Gedung Putih untuk membahas gencatan senjata di Gaza, isu Iran, serta kemungkinan kesepakatan diplomatik di kawasan Timur Tengah.

Namun di lapangan, tidak ada tanda-tanda pertempuran akan mereda. Militer Israel pada hari yang sama mengeluarkan perintah evakuasi baru-besaran untuk warga di Gaza utara, memicu gelombang pengungsian berikutnya.

Baca juga: Piers Morgan Desak Trump Minta Netanyahu Hentikan Perang Gaza

“Ledakan nggak pernah berhenti. Mereka ngebom sekolah dan rumah. Rasanya kayak gempa terus-terusan,” kata Salah (60 tahun), ayah lima anak dari Gaza City. “Di berita katanya gencatan senjata sudah dekat, tapi di sini yang kami lihat cuma kematian dan suara ledakan.”

Tank-tank Israel masuk ke kawasan timur wilayah Zeitoun, Gaza City, dan menggempur sejumlah titik di utara. Pesawat tempur juga menjatuhkan bom ke setidaknya empat sekolah, setelah sebelumnya memerintahkan ratusan keluarga yang berlindung di dalamnya untuk pergi, kata warga setempat.

Menurut otoritas kesehatan, setidaknya 58 orang tewas akibat serangan Israel hari Senin. Di antaranya, 10 orang tewas di Zeitoun, dan sedikitnya 13 lainnya di wilayah barat daya Gaza City. Petugas medis menyebut mayoritas korban di wilayah barat daya tertembak, meskipun warga juga menyebut ada serangan udara di lokasi itu.

Sebanyak 20 orang – termasuk perempuan, anak-anak, dan seorang jurnalis lokal – tewas akibat serangan udara Israel ke sebuah kafe tepi pantai di Gaza City, menurut keterangan tim medis. Serikat Jurnalis Palestina menyatakan bahwa sejak perang dimulai pada Oktober 2023, sudah lebih dari 220 jurnalis tewas di Gaza.

Militer Israel mengatakan mereka menargetkan posisi militan di Gaza utara, termasuk pusat komando dan komunikasi. Mereka juga mengklaim telah mengambil langkah untuk meminimalkan korban sipil.

Namun, belum ada tanggapan dari pihak Israel soal laporan korban di Gaza barat daya dan kafe tepi pantai tersebut.

Serangan ini terjadi usai militer Israel memerintahkan evakuasi dari wilayah-wilayah besar di utara Gaza. Wilayah ini sebelumnya sudah porak poranda akibat operasi militer sebelumnya. Israel menyebut mereka akan kembali menggempur posisi Hamas yang masih aktif di Gaza utara, termasuk di pusat kota Gaza City.

Trump: “Selesaikan Kesepakatan di gaza”

Sehari setelah Presiden Trump menyerukan: “Selesaikan kesepakatan di Gaza, kembalikan para sandera,” Menteri Urusan Strategis Israel Ron Dermer – orang dekat Netanyahu – dijadwalkan datang ke Gedung Putih hari Senin untuk berdiskusi soal Gaza dan Iran, kata seorang pejabat Israel.

Sementara itu di Israel, kabinet keamanan Netanyahu dijadwalkan menggelar rapat untuk membahas langkah militer berikutnya di Gaza.

Panglima militer Israel pada Jumat lalu menyebut bahwa operasi darat yang sedang berlangsung hampir mencapai target. Dan pada Minggu, Netanyahu mengklaim ada “peluang baru” untuk membebaskan para sandera, 20 di antaranya diyakini masih hidup.

Sumber Palestina dan Mesir yang mengikuti perkembangan terbaru proses gencatan senjata menyebut mediator dari Qatar dan Mesir semakin intens menjalin kontak dengan kedua pihak. Tapi sampai sekarang belum ada jadwal resmi pembicaraan putaran baru.

Seorang pejabat Hamas mengatakan bahwa proses hanya bisa maju jika Israel mengubah sikapnya dan setuju untuk mengakhiri perang serta menarik pasukannya dari Gaza. Israel bersikukuh perang baru akan berakhir jika Hamas menyerah total dan dilucuti. Namun Hamas tetap menolak untuk menyerahkan senjata.

Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, mengatakan bahwa Israel telah menyetujui proposal Amerika untuk gencatan senjata selama 60 hari dan kesepakatan pertukaran sandera. Ia menyatakan, “Israel serius ingin mencapai kesepakatan pertukaran sandera dan gencatan senjata di Gaza.”

Dari pihak Eropa, Menteri Luar Negeri Austria Beate Meinl-Reisinger dalam konferensi pers di Yerusalem bersama Menlu Israel menyampaikan keprihatinan serius atas krisis kemanusiaan di Gaza. Ia menyebut kondisi di sana “tak tertahankan.”

“Penderitaan warga sipil ini makin membebani hubungan Israel dengan Eropa. Gencatan senjata harus segera disepakati,” ujarnya. Ia menyerukan agar Hamas membebaskan para sandera tanpa syarat, dan Israel membuka akses penuh bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Israel menyatakan mereka masih mengizinkan bantuan masuk ke Gaza, dan menuduh Hamas mencurinya. Hamas membantah tuduhan tersebut, dan balik menyalahkan Israel karena menggunakan kelaparan sebagai senjata untuk menekan rakyat Gaza.

Proposal AS menawarkan gencatan senjata selama 60 hari dan pembebasan setengah dari para sandera, dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina dan jenazah warga Palestina yang masih ditahan. Sisanya akan dibebaskan dalam kesepakatan lanjutan yang mengakhiri perang sepenuhnya.

Perang ini sendiri dimulai saat Hamas meluncurkan serangan dadakan ke Israel pada 7 Oktober 2023, menewaskan 1.200 orang – sebagian besar warga sipil – dan menyandera 251 orang, yang kemudian dibawa ke Gaza. Hari itu menjadi hari paling mematikan sepanjang sejarah Israel.

Sebagai balasan, Israel melancarkan serangan militer besar-besaran yang telah menewaskan lebih dari 56.000 warga Palestina – kebanyakan adalah warga sipil – menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza. Hampir seluruh dari 2,3 juta penduduk Gaza kini telah mengungsi dan hidup dalam krisis kemanusiaan parah.

PBB menyebut lebih dari 80 persen wilayah Gaza kini berada di bawah zona militer Israel atau terkena perintah evakuasi paksa.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan