home edukasi & pesantren

Peluncuran Program Pengembangan SMK 2025, Perkuat Kualitas Pendidikan Vokasi Indonesia

Rabu, 02 Juli 2025 - 11:12 WIB
Peluncuran Program Pengembangan SMK 2025, Perkuat Kualitas Pendidikan Vokasi Indonesia
Pemerintah meluncurkan Program Pengembangan SMK Tahun 2025. Ini dilakukan sebagai upaya memperkuat kualitas satuan pendidikan vokasi di Indonesia, diiringi dengan berbagai skema bantuan yang dirancang secara komprehensif dan berkelanjutan.

Tak hanya itu, pemerintah berusaha menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang adaptif dan kompeten serta meningkatkan relevansi pendidikan SMK dengan kebutuhan dunia kerja.

Peluncuran Program Pengembangan SMK Tahun 2025 dilakukan oleh Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, mengatakan bahwa Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan agar pendidikan kejuruan menyiapkan lulusan yang mampu bekerja di bidang keahliannya masing-masing. SMK bertujuan menyiapkan tenaga kerja yang tidak hanya terampil, tetapi juga kompeten dan responsif terhadap kebutuhan dunia kerja.

Ke depan, strategi pengembangan SMK difokuskan pada penguatan berbasis keunggulan lokal. Pendekatan ini memungkinkan SMK untuk bermitra dengan industri sekitar, termasuk UMKM, tanpa harus bergantung pada industri besar. Dengan membangun ekosistem pendidikan vokasi yang kolaboratif, SMK dapat lebih adaptif terhadap potensi dan kebutuhan daerah.

"Tantangan yang dihadapi tentu tidak mudah. Namun, hal ini tidak mengurangi semangat untuk terus meningkatkan kompetensi lulusan. Pendidikan adalah mandat konstitusi dan implementasinya merupakan bagian dari komitmen negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," ucap Tatang.

Baca juga:Pendidikan Vokasi di Indonesia Harus Bisa Lahirkan SDM Unggul di Pasar Kerja Nasional & Global
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya