home masjid

Bulan Muharram: Pernikahan Ali dan Fatimah, Tak Ada Mas Kawin Berlimpah

Kamis, 03 Juli 2025 - 05:30 WIB
Ilustrasi AI
LANGIT7.ID-Ketika Madinah sibuk menata kehidupannya setelah hijrah, dua nama besar dalam sejarah Islam diam-diam menyusun takdir mereka: Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra. Tak ada pesta megah, tak ada mas kawin berlimpah. Tapi justru dari kesederhanaan itulah cinta mereka abadi, terus dikenang hingga berabad-abad kemudian.

Muharram tahun kedua Hijriah. Kota Madinah belum lama menjadi rumah baru umat Islam setelah perjalanan hijrah dari Makkah. Di tengah suasana transisi sosial dan politik, Rasulullah SAW mendapat satu kabar yang menggetarkan batinnya: putri kesayangannya, Fatimah, telah dilamar.

Yang datang bukan orang sembarangan. Ali bin Abi Thalib—sepupu sekaligus sahabat yang tumbuh di bawah asuhan langsung Rasulullah—dengan wajah merah padam, datang menyampaikan niatnya. Ia bukan pemuda tajir, bukan pula pedagang sukses seperti Abdurrahman bin Auf atau Utsman bin Affan yang sebelumnya juga menyatakan minat mereka.

Ali datang membawa keberanian dan cinta, tapi tanpa harta.

Menurut riwayat, Ali bahkan tak memiliki apa-apa untuk dipersembahkan sebagai mahar selain sebuah baju besi yang pernah digunakannya dalam medan perang. Dan baju besi itulah yang ia serahkan kepada Rasulullah sebagai simbol keseriusannya.

Fatimah, yang tumbuh dalam rumah kenabian dengan kesalehan dan kezuhudan sebagai pakaian hariannya, tidak keberatan. Tak ada yang lebih berharga daripada restu sang ayah, dan akhlak calon suaminya.

Baca juga: Kisah Ali bin Abi Thalib Menolak Membaiat Abu Bakar sebagai Khalifah
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya