Kisah Humor Sufi: Maklumat Kehilangan Nasrudin Hoja
Miftah yusufpati
Senin, 07 Juli 2025 - 05:15 WIB
Orang sering tertipu oleh tampilan luar. Sesuatu yang tampak bagus bisa dianggap buruk hanya karena cara kita menggambarkannya. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Suatu hari, Nasrudin Hoja kehilangan sorban barunya. Sorban itu bagus sekali: terbuat dari sutra halus, warnanya biru laut dengan sulaman perak di pinggirnya, dan harganya mahal.
Orang-orang melihat ia mondar-mandir di pasar, gelisah, sambil menggumam sendiri: "Ah, sorban itu satu-satunya yang membuat kepalaku tampak bermartabat. Tanpa itu… ah, kepalaku cuma seperti semangka di atas piring."
Tak lama kemudian, Nasrudin menempelkan selembar kertas di dinding masjid:
"Maklumat: Siapa pun yang menemukan sorban saya dan mengembalikannya, akan saya beri hadiah setengah keping perak."
Orang-orang berkumpul membaca pengumuman itu, lalu seorang pemuda nyeletuk: "Tuan Nasrudin, sorban itu pasti lebih berharga daripada setengah keping perak. Siapa pun yang menemukannya tentu lebih suka menyimpannya sendiri daripada mengembalikannya!"
Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Filosof yang Membagi Sama Rata
Nasrudin mengangguk-angguk bijak, lalu dengan serius mencoret maklumat itu.
Orang-orang melihat ia mondar-mandir di pasar, gelisah, sambil menggumam sendiri: "Ah, sorban itu satu-satunya yang membuat kepalaku tampak bermartabat. Tanpa itu… ah, kepalaku cuma seperti semangka di atas piring."
Tak lama kemudian, Nasrudin menempelkan selembar kertas di dinding masjid:
"Maklumat: Siapa pun yang menemukan sorban saya dan mengembalikannya, akan saya beri hadiah setengah keping perak."
Orang-orang berkumpul membaca pengumuman itu, lalu seorang pemuda nyeletuk: "Tuan Nasrudin, sorban itu pasti lebih berharga daripada setengah keping perak. Siapa pun yang menemukannya tentu lebih suka menyimpannya sendiri daripada mengembalikannya!"
Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Filosof yang Membagi Sama Rata
Nasrudin mengangguk-angguk bijak, lalu dengan serius mencoret maklumat itu.