LANGIT7.ID-Suatu hari, seorang filosof berdiri di tengah pasar dan berorasi lantang: "Segala sesuatu di dunia ini harus dibagi sama rata! Semua makhluk berhak memperoleh bagian yang setara!"
Seorang pendengar yang skeptis mengangkat tangan dan berkata, "Aku tidak yakin itu bisa dilaksanakan."
Sang filosof tersenyum tipis, lalu bertanya balik: "Tapi… pernahkah engkau mencobanya?"
Tiba-tiba
Nasrudin Hoja yang sedari tadi mengamati percakapan itu menyelutuk: "Tentu saja aku sudah mencobanya. Aku beri istriku dan keledaiku perlakuan yang sama. Keduanya mendapat apa pun yang mereka inginkan."
Sang filosof, tampak kagum, bertanya: "Bagus sekali! Dan bagaimana hasilnya?"
Nasrudin mengangkat bahu dan menjawab dengan wajah datar: "Hasilnya? Seekor keledai yang baik… dan seorang istri yang buruk."
Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin Hoja: Pelayan Raja, Bukan Pelayan Sayuran---
Hikmah dari kisah humor ini:
1. Keadilan tidak selalu berarti sama rata.
Nasrudin menunjukkan bahwa memperlakukan semua makhluk dengan cara yang persis sama justru bisa berakhir tidak adil. Manusia dan keledai punya kebutuhan, sifat, dan hakikat yang berbeda — memperlakukan mereka sama tanpa mempertimbangkan perbedaan itu bisa merusak harmoni.
2. Kebijaksanaan lebih penting daripada sekadar konsep.
Filosof sering berbicara ideal: “segala sesuatu harus dibagi rata.” Namun Nasrudin mengingatkan, dalam praktik, kebijaksanaan dan pemahaman terhadap sifat masing-masing pihak lebih penting daripada teori yang kaku.
3. Humor sebagai pengingat.
Dengan cara yang lucu, Nasrudin mengingatkan kita untuk tidak fanatik pada ide tanpa melihat kenyataan. Kadang niat baik pun, jika salah diterapkan, justru membawa mudarat.
4. Setiap makhluk punya kodratnya sendiri.
Istri bukan keledai, dan keledai bukan istri. Memperlakukan keduanya sama justru mengingkari kodrat masing-masing.
Jadi, hikmah utama dari kisah ini: Keadilan sejati adalah menempatkan sesuatu pada tempatnya, bukan sekadar membagi sama rata tanpa mempertimbangkan hakikatnya.
Baca juga: Kisah Humor Sufi Nasrudin: Ketika Kapal Hampir Tenggelam dan Janji Mulai Berhamburan(mif)