home masjid

Jejak Misterius Nabi Khidir: Nabi, Wali, atau Sekadar Dongeng?

Senin, 07 Juli 2025 - 05:45 WIB
Di dunia yang memang penuh misteri, ada hal-hal yang cukup kita imani tanpa perlu mereka-reka. Ilustrasi: Ist
LANGIT.ID-Di antara tokoh paling misterius dalam sejarah Islam, nama Nabi Khidir mungkin yang paling sering disebut. Sosok yang tercatat sebagai “teman belajar” Nabi Musa dalam Surat Al-Kahfi itu, dalam bayangan banyak orang, adalah hamba saleh yang tidak pernah mati, menampakkan diri di padang pasir, gunung, atau bahkan di tengah kota, memberikan kirqah atau nasihat kepada orang-orang terpilih.

Di mimbar-mimbar ia dipuji sebagai wali agung yang masih hidup hingga hari ini, terus berkelana sebagai penjaga rahasia Tuhan. Di warung kopi, kisah-kisah penampakannya menyelusup sebagai cerita rakyat yang ajaib.

Namun, seperti banyak dongeng yang sudah telanjur dipercaya, pertanyaan yang jarang diajukan adalah: benarkah Al-Khidir masih hidup?

Cerita tentang Al-Khidir bermula jelas. Al-Qur’an menyebutnya sebagai seorang hamba yang diberi rahmat dan ilmu langsung dari sisi Allah (QS Al-Kahfi:65). Musa diperintahkan untuk berguru kepadanya. Dalam perjalanannya, Musa menyaksikan tiga perbuatan Al-Khidir yang tampak ganjil: melubangi perahu, membunuh seorang anak, dan mendirikan kembali tembok yang hampir roboh di sebuah desa yang pelit. Musa selalu mempertanyakan tindakan-tindakan itu, hingga di ujung perjalanan, Al-Khidir berkata tegas: semua itu bukan atas kehendaknya sendiri, melainkan wahyu dan perintah Tuhan (QS Al-Kahfi:82).

Baca juga: Ketika Kaum Sufi Anggap Nabi Khidir Masih Hidup Hingga Kini

Setelah ayat itu, Al-Qur’an, Sunnah, dan para sahabat Nabi tidak lagi mencatat sepak terjang Al-Khidir. Namun, berabad-abad kemudian, kisah-kisah tentangnya hidup, bahkan lebih keras dari ingatan akan pesan Qur’an itu sendiri.

Sejumlah ulama klasik berusaha meluruskan. Imam Bukhari, sebagaimana dikutip oleh Ibnul Qayyim dalam *Al-Manaarul Muniif fil-Haditsish-Shahih wadl-Dla’if*, menolak gagasan bahwa Al-Khidir masih hidup: “Bagaimana mungkin? Nabi telah bersabda bahwa tidak ada seorang pun yang hidup di muka bumi pada masa beliau yang akan berumur lebih dari seratus tahun setelah beliau wafat.” (HR. Bukhari–Muslim).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya