home masjid

Sapi, Darah, dan Seorang Anak yang Berbakti: Kisah di Era Nabi Musa

Selasa, 08 Juli 2025 - 04:15 WIB
Bakti seorang anak pada ibunya bisa membawa keberkahan yang tak disangka-sangka. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Tersebutlah di sebuah lembah yang kering dan berdebu di tanah Bani Israil, sebuah kisah lama yang diwariskan dari generasi ke generasi. Kisah tentang darah, warisan, dan seekor sapi betina yang sinarnya seperti emas.

Cerita ini bermula dari seorang pedagang kaya bernama Syam’un. Hartanya melimpah, ladang-ladang miliknya luas, tapi hidupnya hanya sendirian tanpa ahli waris kecuali seorang sepupu miskin bernama Uhaihah. Di balik wajahnya yang tampak teduh, Uhaihah menyimpan dengki yang mengeras jadi niat buruk: membunuh Syam’un demi warisan.

Pada suatu malam, Uhaihah membunuh sepupunya. Mayat Syam’un lalu diseret ke tepi kota, dilempar begitu saja. Di pagi hari, mayat itu ditemukan pasangan suami-istri, Yahuda dan istrinya. “Dia Syam’un, pedagang kaya yang tinggal di kota,” kata Yahuda. Mereka pun melaporkan kepada Uhaihah.

Di depan umum, Uhaihah berpura-pura meratap. Ia menuduh pembunuhan dilakukan oleh orang-orang kota sebelah. Warga pun tersulut. Dua kota yang bertetangga itu bersiap saling menyerbu. Saat suasana nyaris pecah, seorang kakek renta muncul di tengah-tengah kerumunan. Suaranya lirih tapi tegas, “Jangan biarkan setan menunggangi amarah kalian. Laporkan perkara ini pada Nabi Musa. Bukankah beliau ada di tengah kita?”

Baca juga: Doa-doa Nabi Musa yang Tak Lelah Melawan Fir’aun

Orang-orang pun menemui Nabi Musa, yang tertegun melihat perkara yang pelik ini. Ia lalu masuk ke kemahnya, berdoa. Setelah itu ia keluar membawa jawaban: Sembelihlah seekor sapi.

Warga tersentak.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya