Dzulqarnain: Pemimpin yang Tak Tergoda Takhta
Miftah yusufpati
Senin, 14 Juli 2025 - 04:15 WIB
Hingga hari ini, nama Dzulqarnain tetap harum sebagai pemimpin yang mewariskan pelajaran abadi. Ilusttrasi: Ist
LANGIT7.ID-Sosok raja bijak dalam Al-Qur’an ini mengajarkan bahwa kekuasaan hanyalah amanah, bukan sarana kesombongan.
Di antara untaian kisah Al-Qur’an yang penuh hikmah, nama Dzulqarnain muncul sebagai figur langka: seorang pemimpin perkasa, adil, dan bertakwa. Namanya disebut dalam Surah Al-Kahfi ayat 83 sampai 98. Enam belas ayat yang tak hanya mengisahkan pengembaraannya ke ujung-ujung bumi, tetapi juga menggambarkan watak seorang pemimpin ideal.
Dzulqarnain bukanlah tokoh fiktif. Ia disebut sebagai pemimpin yang diberi kekuasaan luas oleh Allah:
إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الْأَرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا
"Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan untuk mencapai segala sesuatu." (QS Al-Kahfi: 84)
Tapi berbeda dari banyak penguasa, ia tak silau oleh kekuatan yang ia miliki. Kepemimpinannya diwarnai keadilan. Terhadap yang zalim, ia tegas menghukum. Kepada yang beriman, ia memberi ganjaran baik.
Baca juga: Menembus Batas Matahari: Tafsir Kepemimpinan Dzulqarnain
Di antara untaian kisah Al-Qur’an yang penuh hikmah, nama Dzulqarnain muncul sebagai figur langka: seorang pemimpin perkasa, adil, dan bertakwa. Namanya disebut dalam Surah Al-Kahfi ayat 83 sampai 98. Enam belas ayat yang tak hanya mengisahkan pengembaraannya ke ujung-ujung bumi, tetapi juga menggambarkan watak seorang pemimpin ideal.
Dzulqarnain bukanlah tokoh fiktif. Ia disebut sebagai pemimpin yang diberi kekuasaan luas oleh Allah:
إِنَّا مَكَّنَّا لَهُ فِي الْأَرْضِ وَآتَيْنَاهُ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ سَبَبًا
"Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan untuk mencapai segala sesuatu." (QS Al-Kahfi: 84)
Tapi berbeda dari banyak penguasa, ia tak silau oleh kekuatan yang ia miliki. Kepemimpinannya diwarnai keadilan. Terhadap yang zalim, ia tegas menghukum. Kepada yang beriman, ia memberi ganjaran baik.
Baca juga: Menembus Batas Matahari: Tafsir Kepemimpinan Dzulqarnain