home masjid

Amr bin Luhay dan Patung Hubal: Awal Penyembahan Berhala di Tanah Arab

Selasa, 15 Juli 2025 - 16:00 WIB
Hubal memang bukan satu-satunya tuhan yang disembah orang Arab pra-Islam. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Sebelum Islam datang, orang-orang Arab mulanya memeluk agama Ibrahim. Mereka mentauhidkan Allah, berhaji ke Rumah-Nya, dan menghormati bulan-bulan suci. Namun, sebagaimana umat-umat lain, mereka kemudian menyimpang. Di sekeliling Ka’bah yang semula hanya untuk menyembah Tuhan Yang Esa, mereka menegakkan berhala-berhala dan memohon keberkahan dari batu-batu pahatan.

Orang yang dianggap sebagai pelopor pertama penyembahan patung di kalangan Arab adalah Amr bin Luhay al-Khuza’i. Ia pernah menguasai Ka’bah di Mekkah setelah mengusir suku Jurhum. Dalam buku Chiefdom Madinah: Kerucut Kekuasaan pada Zaman Awal Islam, Dr Abdul Aziz MA mengisahkan bahwa Amr suatu ketika menderita penyakit. Ada yang menyarankan agar ia mandi di pemandian di daerah Balqa, Syria, yang saat itu dihuni kaum Amalik. Amr pun pergi ke sana, mandi, dan sembuh.

Di Balqa, ia melihat penduduk setempat menyembah patung-patung. Tertarik dengan kebiasaan itu, ia meminta salah satu patung dan diberikan patung bernama Hubal. Patung ini ia bawa ke Mekkah dan ditegakkan di dalam Ka’bah. Ia juga membagi-bagikan patung-patung lain kepada berbagai suku Arab. Sejak saat itu, penyembahan berhala bermula.

Baca juga: Hunafa: Para Pencari Tuhan di Tengah Berhala Arab Jahiliyah

Ahli tentang berhala, Ibnu al-Kalabi, meriwayatkan bahwa patung Hubal berbentuk manusia dengan tangan kanan patah. Orang Quraisy kemudian membuatkan tangan baru dari emas. Patung itu dipahat dari batu akik merah atau merah ros, dengan kehalusan yang menunjukkan kemungkinan ia buatan seniman Syria atau Yunani dan diimpor ke Mekkah. Hubal adalah salah satu dari 360 berhala yang mengelilingi Ka’bah ketika Nabi Muhammad menaklukkan Mekkah dan menghancurkan semuanya.

Di antara semua berhala itu, Hubal menempati posisi paling terhormat. Melalui Hubal, orang Quraisy memohon keselamatan dan keberuntungan, juga mengundi nasib dan menentukan keabsahan keturunan. Bahkan mereka memiliki talbiyah untuk Hubal:

Ya Allah, kami memenuhi panggilan-Mu,
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya