Film Superman Diserang Israel, Warganet: Kena Sindir Ya?
Nabil
Rabu, 16 Juli 2025 - 14:06 WIB
Film Superman Diserang Israel, Warganet: Kena Sindir Ya?
LANGIT7.ID–Jakarta;Film Superman terbaru garapan James Gunn sukses bikin media sosial gempar, bukan karena efek visualnya, tapi karena banyak warganet yang merasa film ini menyindir konflik Israel-Gaza. Tagar boikot mulai bermunculan, khususnya dari netizen Israel, setelah muncul anggapan bahwa Superman berdiri menentang genosida—isu yang masih sangat sensitif di kawasan Timur Tengah.
Diskusi bermula dari unggahan akun @GlobalUpdates24 di platform X pada 15 Juli 2025, yang menampilkan gambar Superman berdampingan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Sejak saat itu, warganet pun terbagi dua: yang tersinggung, dan yang justru mendukung pesan tersembunyi film tersebut.
Baca juga: Film Superman Baru Picu Kontroversi, Dinilai Sindir Israel dan Kekerasan di Gaza
Filmnya Nggak Sebut Israel, Tapi Banyak yang Merasa Disindir
Salah satu bagian film menggambarkan Superman turun ke medan konflik antara dua negara fiktif, Boravia dan Jarhanpur, untuk melindungi warga sipil dari kekerasan militer. Tidak ada satu pun dialog yang menyebut “Israel” atau “Gaza”, tapi netizen Israel dan pendukungnya merasa itu bukan kebetulan.
Akun @raz_s menulis dengan tegas, “Film ini propaganda pro-Hamas. Boikot!” Sementara akun @BetarUSA mengekspresikan kekecewaan: “Tokoh superhero yang diciptakan oleh bangsa kami, kini malah menyudutkan kami.”
Diskusi bermula dari unggahan akun @GlobalUpdates24 di platform X pada 15 Juli 2025, yang menampilkan gambar Superman berdampingan dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Sejak saat itu, warganet pun terbagi dua: yang tersinggung, dan yang justru mendukung pesan tersembunyi film tersebut.
Baca juga: Film Superman Baru Picu Kontroversi, Dinilai Sindir Israel dan Kekerasan di Gaza
Filmnya Nggak Sebut Israel, Tapi Banyak yang Merasa Disindir
Salah satu bagian film menggambarkan Superman turun ke medan konflik antara dua negara fiktif, Boravia dan Jarhanpur, untuk melindungi warga sipil dari kekerasan militer. Tidak ada satu pun dialog yang menyebut “Israel” atau “Gaza”, tapi netizen Israel dan pendukungnya merasa itu bukan kebetulan.
Akun @raz_s menulis dengan tegas, “Film ini propaganda pro-Hamas. Boikot!” Sementara akun @BetarUSA mengekspresikan kekecewaan: “Tokoh superhero yang diciptakan oleh bangsa kami, kini malah menyudutkan kami.”