LANGIT7.ID–Jakarta; Film “Superman” terbaru garapan James Gunn menjadi sorotan panas di media sosial karena banyak penonton menilai film ini menyampaikan pesan politik yang menyindir keras konflik Israel-Palestina, bahkan dianggap menyinggung praktik genosida terhadap warga sipil Gaza.
Salah satu adegan paling kontroversial memperlihatkan pasukan militer bersenjata lengkap menyerang warga sipil di perbatasan, dengan anak-anak yang ikut menjadi korban. Meskipun tidak menyebutkan nama negara secara langsung, penonton awal menyimpulkan adegan ini terlalu mirip dengan serangan militer Israel ke Jalur Gaza, terutama dalam konteks kekerasan terhadap warga sipil tak bersenjata.
Di media sosial X, banyak pengguna menyuarakan interpretasi mereka. Seorang penonton menulis, “Kalian nggak bercanda soal betapa anti-Israel dan pro-Palestina film Superman ini, dan mereka sama sekali nggak berusaha menyamarkannya.”
Komentar lain menyebut, “Superman sangat jelas menunjukkan sikap anti-Israel, dan jujur saja, itu keren banget.”
Bahkan ada juga yang berkomentar, “Aku suka banget nuansa anti-Israel dari Superman. Sekarang aku tahu James Gunn memang orang yang tahu apa yang dia perjuangkan.”
Meski tak ada satu pun adegan yang menyebut Israel atau Palestina secara eksplisit, komentar-komentar seperti ini terus bermunculan dan memicu perdebatan. Sutradara James Gunn sendiri dalam beberapa wawancara sebelumnya mengatakan bahwa film ini mengangkat tema “politik” dan “moralitas,” serta menggambarkan Superman sebagai seorang imigran—pernyataan yang belakangan juga mendapat kecaman dari kelompok konservatif di Amerika Serikat.
Film ini merupakan reboot dari semesta DC dan jadi awal dari proyek baru James Gunn dalam membentuk DC Universe versi barunya. Aktor David Corenswet memerankan Clark Kent alias Superman, Rachel Brosnahan sebagai Lois Lane, Nicholas Hoult sebagai Lex Luthor, dan Isabela Merced sebagai Hawkgirl.
Walau belum ada klarifikasi resmi soal interpretasi tersebut, film ini sudah memicu diskusi luas, terutama di tengah gelombang kritik global terhadap operasi militer Israel di Gaza yang oleh sebagian pihak dinilai sebagai bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan.
(lam)