home masjid

Kisah Samson atau Syam’un: Nabi Tanpa Pengikut

Kamis, 17 Juli 2025 - 16:15 WIB
Samson atau Syamun adalah nabi Bani Israil yang disambut dengan janji perang tetapi ditinggalkan saat perintah itu datang. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID-Samson atau Syam’un adalah nabi Bani Israil yang disambut dengan janji perang tetapi ditinggalkan saat perintah itu datang. Sebuah kisah tentang umat yang penakut dan nabi yang tabah.

Di antara lembar-lembar panjang sejarah Bani Israil, terselip satu episode yang getir: mereka meminta kepada seorang nabi untuk diangkatkan seorang raja demi berperang di jalan Allah, tetapi ketika perintah itu turun, hampir semua berpaling, menyisakan segelintir pejuang.

Cerita ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 246. Allah berfirman:

"Apakah kalian tidak memperhatikan pemuka-pemuka Bani Israil sesudah Nabi Musa, ketika mereka berkata kepada seorang nabi mereka: ‘Angkatlah untuk kami seorang raja supaya kami berperang di jalan Allah’. Nabi mereka menjawab: ‘Mungkin sekali jika kalian diwajibkan berperang, kalian tidak akan berperang’. Mereka menjawab: ‘Mengapa kami tidak mau berperang di jalan Allah, padahal kami telah diusir dari kampung halaman kami dan dari anak-anak kami?’ Tetapi ketika perang itu diwajibkan, mereka pun berpaling, kecuali sedikit di antara mereka. Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang yang zalim.”

Siapakah nabi yang dimaksud dalam ayat itu? Di kalangan ulama, kisah ini memunculkan banyak perdebatan. Ibnu Katsir dalam tafsirnya mengutip As-Saddi bahwa nabi itu bernama Syam’un—lebih dikenal sebagai Samson. Sedangkan Mujahid, Wahb ibn Munabbih, dan Ibnu Ishaq lebih condong menyebutnya Syamuel (Samuel), sosok yang kemudian mengangkat Thalut (Saul) sebagai raja.

Baca juga: Nabi Khidir: Guru Nabi Musa di Persimpangan Dua Lautan

Dalam narasi klasik yang dikutip dari Wahb ibn Munabbih, kisah ini bermula setelah wafatnya Nabi Musa. Bani Israil sempat hidup dalam ketaatan selama satu generasi. Namun lama-kelamaan mereka kembali kepada kebiasaan lama: menyembah berhala, berbuat maksiat, dan menolak nasihat para nabi. Allah pun menguji mereka dengan musuh-musuh yang datang menyerbu: negeri-negeri mereka dijajah, banyak dari mereka terbunuh atau dijadikan tawanan.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya