Islam Ala Prabowo: Pandangan Orang Terdekatnya dan Dari Kacamata Alumni Al-Azhar Kairo (5)
Sururi al faruq
Jum'at, 18 Juli 2025 - 05:38 WIB
Islam Ala Prabowo: Pandangan Orang Terdekatnya dan Dari Kacamata Alumni Al-Azhar Kairo (5)
LANGIT7.ID- Buku baru Islam Ala Prabowo (Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam) memang menarik dan inspiratif. Langit7.id sudah menurunkan tulisan dari perspektif dua tokoh NU-Muhammadiyah;Prof Dr Said Aqil Siraj dan Prof Dr Abdul Mu'ti. Kedua tokoh yang sama-sama sangat berpengaruh di dua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini, memberikan kesaksian dan penafsiran tentang ke Islaman Presiden Prabowo dengan cara pandang yang sangat mencerahkan. Istilah Prof Said Aqil, Presiden Prabowo tidak perlu mengklaim sebagai pemimpin dengan identitas Islam, dan cukup menjadi pemimpin yang nasionalis, karena akhlak dan kepribadiannya sudah mencerminkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.
Sementara Prof Mu'ti punya pandangan bahwa ke Islaman Presiden Prabowo bukan Islam simbolik yang sibuk dengan ekspresi luar seperti cara berpakaian, melainkan lebih berorientasi substansi alias Islam aktual yang memihak kepada rakyat, alias Islam yang bukan Islam omon-omon, tetapi Islam patriotik.
Menarik dua profesor yang sama-sama tokoh dari dua organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Karena buku ini memang menarik, langit7.id meneruskan tulisan berseri dari tokoh yang berbeda dan tentu pandangan yang berbeda.
Baca juga: Islam Ala Prabowo: Pandangan Dua Tokoh NU-Muhammadiyah (4)
Kali ini, perspektif yang diangkat langit7.id dari orang terdekat Presiden Prabowo, yakni H.Ahmad Muzani yang juga Ketua MPR RI dan seorang kiai alumni Al-Azhar Kairo, yakni Dr H.TGB Muhammad Zainul Majdi. Kedua tokoh ini punya otoritatif dalam menilai ke Islaman Presiden Prabowo karena Ahmad Muzani akan menilai dari kesaksiannya sendiri sementara TGB, akan melihat dari perspektif sebagai tokoh dari luar. Menarik! Karena TGB akan melihat secara obyektif dengan kapasitasnya sebagai ulama besar yang lulusan Al-Azhar Mesir.
Menurut kesaksian Ahmad Muzani, tentang ke Islaman Presiden Prabowo, tokoh yang lahir dari keluarga multireligius ini cenderung tidak pernah memamerkan kehidupan spiritualnya di depan publik. Seperti aktivitas ibadah khusus atau kesalehan kesalehan ritualistik tertentu. Namun siapa saja yang bergaul secara dekat dengan Presiden Prabowo akan cepat mengetahui bahwa beliau membangun karakternya dengan fondasi-fondasi spiritualitas yang kemudian mengarahkan dan membimbingnya pada perilaku ihsan (baik), yakni perilaku menebar kebaikan dan kemaslahatan serta berpegang teguh pada keadilan.
Sementara Prof Mu'ti punya pandangan bahwa ke Islaman Presiden Prabowo bukan Islam simbolik yang sibuk dengan ekspresi luar seperti cara berpakaian, melainkan lebih berorientasi substansi alias Islam aktual yang memihak kepada rakyat, alias Islam yang bukan Islam omon-omon, tetapi Islam patriotik.
Menarik dua profesor yang sama-sama tokoh dari dua organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Karena buku ini memang menarik, langit7.id meneruskan tulisan berseri dari tokoh yang berbeda dan tentu pandangan yang berbeda.
Baca juga: Islam Ala Prabowo: Pandangan Dua Tokoh NU-Muhammadiyah (4)
Kali ini, perspektif yang diangkat langit7.id dari orang terdekat Presiden Prabowo, yakni H.Ahmad Muzani yang juga Ketua MPR RI dan seorang kiai alumni Al-Azhar Kairo, yakni Dr H.TGB Muhammad Zainul Majdi. Kedua tokoh ini punya otoritatif dalam menilai ke Islaman Presiden Prabowo karena Ahmad Muzani akan menilai dari kesaksiannya sendiri sementara TGB, akan melihat dari perspektif sebagai tokoh dari luar. Menarik! Karena TGB akan melihat secara obyektif dengan kapasitasnya sebagai ulama besar yang lulusan Al-Azhar Mesir.
Menurut kesaksian Ahmad Muzani, tentang ke Islaman Presiden Prabowo, tokoh yang lahir dari keluarga multireligius ini cenderung tidak pernah memamerkan kehidupan spiritualnya di depan publik. Seperti aktivitas ibadah khusus atau kesalehan kesalehan ritualistik tertentu. Namun siapa saja yang bergaul secara dekat dengan Presiden Prabowo akan cepat mengetahui bahwa beliau membangun karakternya dengan fondasi-fondasi spiritualitas yang kemudian mengarahkan dan membimbingnya pada perilaku ihsan (baik), yakni perilaku menebar kebaikan dan kemaslahatan serta berpegang teguh pada keadilan.