Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Islam Ala Prabowo: Pandangan Orang Terdekatnya dan Dari Kacamata Alumni Al-Azhar Kairo (5)

sururi al faruq Jum'at, 18 Juli 2025 - 05:38 WIB
Islam Ala Prabowo: Pandangan Orang Terdekatnya dan Dari Kacamata Alumni Al-Azhar Kairo (5)
LANGIT7.ID- Buku baru Islam Ala Prabowo (Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam) memang menarik dan inspiratif. Langit7.id sudah menurunkan tulisan dari perspektif dua tokoh NU-Muhammadiyah;Prof Dr Said Aqil Siraj dan Prof Dr Abdul Mu'ti. Kedua tokoh yang sama-sama sangat berpengaruh di dua organisasi Islam terbesar di Indonesia ini, memberikan kesaksian dan penafsiran tentang ke Islaman Presiden Prabowo dengan cara pandang yang sangat mencerahkan. Istilah Prof Said Aqil, Presiden Prabowo tidak perlu mengklaim sebagai pemimpin dengan identitas Islam, dan cukup menjadi pemimpin yang nasionalis, karena akhlak dan kepribadiannya sudah mencerminkan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin.

Sementara Prof Mu'ti punya pandangan bahwa ke Islaman Presiden Prabowo bukan Islam simbolik yang sibuk dengan ekspresi luar seperti cara berpakaian, melainkan lebih berorientasi substansi alias Islam aktual yang memihak kepada rakyat, alias Islam yang bukan Islam omon-omon, tetapi Islam patriotik.

Menarik dua profesor yang sama-sama tokoh dari dua organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Karena buku ini memang menarik, langit7.id meneruskan tulisan berseri dari tokoh yang berbeda dan tentu pandangan yang berbeda.

Baca juga: Islam Ala Prabowo: Pandangan Dua Tokoh NU-Muhammadiyah (4)

Kali ini, perspektif yang diangkat langit7.id dari orang terdekat Presiden Prabowo, yakni H.Ahmad Muzani yang juga Ketua MPR RI dan seorang kiai alumni Al-Azhar Kairo, yakni Dr H.TGB Muhammad Zainul Majdi. Kedua tokoh ini punya otoritatif dalam menilai ke Islaman Presiden Prabowo karena Ahmad Muzani akan menilai dari kesaksiannya sendiri sementara TGB, akan melihat dari perspektif sebagai tokoh dari luar. Menarik! Karena TGB akan melihat secara obyektif dengan kapasitasnya sebagai ulama besar yang lulusan Al-Azhar Mesir.

Menurut kesaksian Ahmad Muzani, tentang ke Islaman Presiden Prabowo, tokoh yang lahir dari keluarga multireligius ini cenderung tidak pernah memamerkan kehidupan spiritualnya di depan publik. Seperti aktivitas ibadah khusus atau kesalehan kesalehan ritualistik tertentu. Namun siapa saja yang bergaul secara dekat dengan Presiden Prabowo akan cepat mengetahui bahwa beliau membangun karakternya dengan fondasi-fondasi spiritualitas yang kemudian mengarahkan dan membimbingnya pada perilaku ihsan (baik), yakni perilaku menebar kebaikan dan kemaslahatan serta berpegang teguh pada keadilan.

Hal itu, kata Ahmad Muzani, selaras dengan nilai ketakwaan dalam ayat ke delapan surah al-maidah bahwa salah satu syarat ketakwaan adalah bersikap adil kepada siapa pun. "Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak (kebenaran) karena Allah (dan) saksi-saksi (yang bertindak) dengan adil. Jangan kebenciannmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil karena (adil) itu lebih dekat pada taqwa. Bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah maha teliti terhadap apa yang kamu kerjakan." (qs al-maidah (3):8).

Islam Ala Prabowo: Pandangan Orang Terdekatnya dan Dari Kacamata Alumni Al-Azhar Kairo (5)

Baca juga: Islam Ala Prabowo: Pandangan Dua Tokoh NU-Muhammadiyah (3)

Dari ayat di atas, Ahmad Muzani telah belajar banyak dari Presiden Prabowo sebagai tauladan dalam bersikap adil, dan tidak pernah menanam rasa dendam kepada siapa pun. Bahkan bersikap adil kepada mereka yang telah bersikap buruk kepadanya. Sikap yang dipegang kuat oleh Presiden Prabowo ini merupakan bentuk rasa persaudaraan yang menjadi fondasi utama persatuan dan keutuhan bangsa Indonesia.

Bagi Presiden Prabowo persatuan adalah segala-galanya. Seluruh kekayaan dan sumber daya alam serta pembangunan dalam bentuk apa pun akan berhasil jika kita tetap utuh, bersatu sebagai satu bangsa dan negara.

Bagi Presiden Prabowo menurut Ahmad Muzani, menyadari sepenuhnya bahwa nilai-nilai Islam yang luhur dan terpatri dalam Pancasila memberi semangat untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Karena itu bangsa Indonesia dengan semangat Islam semakin percaya diri untuk bisa bersatu dengan kekuatan-kekuatan yang sama dari bangsa lain dalam mewujudkan tatanan dunia yang damai berdasarkan kemerdekaan dan keadilan.

Baca juga: Islam Ala Prabowo: Pandangan Dua Tokoh NU-Muhammadiyah (2)

Senafas dengan Presiden Prabowo, Ahmad Muzani dalam forum konferensi internasional liga muslim dunia di Makkah, menjelaskan bahwa persatuan umat Islam adalah sebuah keharusan yang harus dijaga di tengah perbedaan madzhab dan pandangan keagamaan. Indonesia telah membuktikan bahwa keberagaman bukanlah penghalang persatuan, melainkan kekuatan yang harus dikelola dengan bijak. Sejak awal berdirinya, para pendiri bangsa Indonesia yang mayoritas beragama Islam dengan penuh kesadaran memilih Pancasila sebagaioi dasar negara, bukan agama tertentu. Langkah ini diambil demi menjaga keutuhan bangsa yang terdiri berbagai suku, agama dan budaya.

Keputusan tersebut tentu tidak mudah. Para ulama dan tokoh memahami bahwa hanya dengan persatuan, Indonesia dapat bertahan dan berkembang. Ahmad Muzani yang sangat senafas dengan Presiden Prabowo menyaksikan bahwa umat Islam di Indonesia telah membuktikan bahwa perbedaan bukanlah ancaman, tetapi justru rahmat yang terus disyukuri. Nilai-nilai ini telah menjadi fondasi yang kuat dalam membangun kebersamaan di tengah kemajemukan.

Bagi Ahmad Muzani yang juga sepemikiran dengan Presiden Prabowo bahwa Islam tidak boleh dijadikan alat untuk memperdalam perpecahan atau konflik. Sebaliknya Islam harus menjadi perekat yang menyatukan umat dalam satu visi besar, yakni membangun peradaban yang damai, maju, berkeadilan. Umat Islam harus terus bersatu dalam menghadapi berbagai tantangan, baik yang datang dari dalam maupun dari luar.

Maka dengan semangat kebersamaan, kita dapat menghadirkan Islam yang lebih inklusif, toleran, dan memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia (bersambung)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)