home sosok muslim

Habib Ja’far: “Ngaji Soccer” Masjid Al Akbar Itu Dakwah bil Hikmah yang Kreatif

Rabu, 23 Juli 2025 - 08:02 WIB
Habib Husein bin Jafar Al-Hadar menilai Ngaji Soccer di Lapangan Mini Soccer Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) itu merupakan Dakwah bil Hikmah yang kreatif
Habib Husein bin Ja’far Al-Hadar menilai “Ngaji Soccer” di Lapangan “Mini Soccer” Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS) itu merupakan “Dakwah bil Hikmah” yang kreatif, karena dakwah-nya lengkap yakni dakwah rohani dengan dakwah jasmani.

“Ngaji Soccer ini sesuai dengan ajakan Nabi Muhammad agar berdakwah dengan dakwah bil-hikmah. Ajaklah anak-anak muda dengan dakwah yang hikmah, artinya dakwah yang bijak, dakwah yang kreatif, bukan hanya mengajak ke masjid, tapi ngaji dan kaji,” katanya dalam peluncuran ‘Ngaji Soccer’ di Al-Akbar Sport Center (ASC) MAS.

Dalam peluncuran “Ngaji Soccer” setelah kajian rutin Majelis Subuh GenZI (MSG) episode ke-20 yang dihadiri belasan ribu jamaah GenZI itu, dai yang alumni UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menilai lapangan Mini Soccer ASC dapat dimaksimalkan untuk memakmurkan masjid dengan dakwah dunia-akhirat.

“Ini benar-benar kreatif dan lengkap, karena ada olah batin dan ada juga olah jasmani. Ini juga melengkapi dakwah saya, karena saya sudah pernah berdakwah di atas gunung, saya juga pernah berdakwah di pantai, dan baru kali ini di lapangan bola, bahkan dari masjid (MAS), lalu ke lapangan (ASC-MAS). Lengkap sudah dakwah saya,” katanya.

Baca juga:Skenario Lolos Indonesia dan Malaysia di Grup A AFF U-23 2025, Siapa Paling Diuntungkan?

Menurut pendakwah dari Bondowoso-Jatim itu, Nabi Muhammad juga mempunyai hobi memanah, berkuda, dan panjat tebing dengan naik-turun ke Gua Hira (menerima wahyu). “Kalau yang pernah ibadah haji, kalau naik ke Gua Hira sekarang cukup enak, karena ada tangga dan banyak orang jualan, tapi saya tetap ngos-ngosan,” katanya, tersenyum.

Alumni jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Jakarta itu juga menilai permainan “Mini Soccer” itu memiliki kiper. “Kiper itu menutup gawang, kalau koper itu menutup barang, kalau cover itu menutup buku, kalau kafir itu menutup jiwa. Jadi, di Mini Soccer itu jangan kafir, jangan menutup jiwa, tapi membuka jiwa agar berkembang,” katanya.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya