Ayat Ini Tegaskan Larangan Jual Agama demi Kepentingan Dunia
Ahmad zuhdi
Senin, 04 Oktober 2021 - 00:10 WIB
Ilustrasi kejahatan suap atau menyogok agar kepentingan yang diinginkan tercapai. Foto: Langit7.id/iStock
Agama seringkali menjadi alat justifikasi (pembenaran) sebagian kelompok demi kepentingan bisnis atau politiknya. Minimnya ilmu dan besarnya hawa nafsu dapat mendorong manusia untuk menggadaikan agamanya demi kepentingan sesaat.
Dalam al-Qur'an, setidaknya ada beberapa peringatan mengenai menjual ayat Allah, di antaranya surat al-Baqarah ayat 41.
وَلاَ تَشْتَرُواْ بِآيَاتِي ثَمَناً قَلِيلاً وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ
Wa lā tasytarụ bi`āyātī ṡamanang qalīlaw wa iyyāya fattaqụn.
Arti: “Janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa..” (QS. al-Baqarah: 41).
Baca Juga:Awas Bahaya Istidraj, Allah SWT Biarkan Kita Tertipu Kenikmatan Sejatinya Kemurkaan
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, makna ثَمَناً قَلِيلاً (harga yang rendah) adalah dunia seisinya. Berikut penjelasan lengkapnya:
Dalam al-Qur'an, setidaknya ada beberapa peringatan mengenai menjual ayat Allah, di antaranya surat al-Baqarah ayat 41.
وَلاَ تَشْتَرُواْ بِآيَاتِي ثَمَناً قَلِيلاً وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ
Wa lā tasytarụ bi`āyātī ṡamanang qalīlaw wa iyyāya fattaqụn.
Arti: “Janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa..” (QS. al-Baqarah: 41).
Baca Juga:Awas Bahaya Istidraj, Allah SWT Biarkan Kita Tertipu Kenikmatan Sejatinya Kemurkaan
Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, makna ثَمَناً قَلِيلاً (harga yang rendah) adalah dunia seisinya. Berikut penjelasan lengkapnya: