Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 02 Juni 2026
home global news detail berita

Ayat Ini Tegaskan Larangan Jual Agama demi Kepentingan Dunia

ahmad zuhdi Senin, 04 Oktober 2021 - 00:10 WIB
Ayat Ini Tegaskan Larangan Jual Agama demi Kepentingan Dunia
Ilustrasi kejahatan suap atau menyogok agar kepentingan yang diinginkan tercapai. Foto: Langit7.id/iStock
LANGIT7.ID, Jakarta - Agama seringkali menjadi alat justifikasi (pembenaran) sebagian kelompok demi kepentingan bisnis atau politiknya. Minimnya ilmu dan besarnya hawa nafsu dapat mendorong manusia untuk menggadaikan agamanya demi kepentingan sesaat.

Dalam al-Qur'an, setidaknya ada beberapa peringatan mengenai menjual ayat Allah, di antaranya surat al-Baqarah ayat 41.

وَلاَ تَشْتَرُواْ بِآيَاتِي ثَمَناً قَلِيلاً وَإِيَّايَ فَاتَّقُونِ

Wa lā tasytarụ bi`āyātī ṡamanang qalīlaw wa iyyāya fattaqụn.

Arti: “Janganlah kamu menukarkan ayat-ayat-Ku dengan harga yang rendah, dan hanya kepada Akulah kamu harus bertakwa..” (QS. al-Baqarah: 41).

Baca Juga: Awas Bahaya Istidraj, Allah SWT Biarkan Kita Tertipu Kenikmatan Sejatinya Kemurkaan

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, makna ثَمَناً قَلِيلاً (harga yang rendah) adalah dunia seisinya. Berikut penjelasan lengkapnya:

معناه لا تعتاضوا عن البيان والإيضاح ونشر العلم النافع في الناس بالكتمان واللبس لتستمروا على رياستكم في الدنيا القليلة الحقيرة الزائلة عن قريب

Maknanya, janganlah kalian mengambil dunia, dengan sengaja menyembunyikan penjelasan, informasi, dan tidak menyebarkan ilmu yang bermanfaat kepada masyarakat, serta membuat samar kebenaran. Agar kalian bisa mempertahankan posisi kepemimpinan kalian di dunia yang murah, rendah, dan sebentar lagi akan binasa. (Tafsir Ibnu Katsir, 1/244).

Sasaran utama ketika ayat ini diturunkan adalah sebagai peringatan untuk para pembesar yahudi, seperti Huyai bin Akhtab, Ka’ab al-Asyraf, atau pemuka yahudi lainnya. Sebelum Islam datang, para pemuka Yahudi mendapatkan upeti dan uang sogokan dari masyarakatnya. Setiap kali mereka mengeluarkan fatwa atau membacakan taurat, atau melakukan ritual Yahudi, mereka diberi bayaran oleh masyarakat.

Baca Juga: Kondisi Sangat Kepepet, Bolehkah Buka Utang Kredit

Banyak masyarakat sekitar Madinah, baik yahudi maupun orang musyrik, yang menjadi korban mereka. Pada saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin tiba di Madinah, mereka khawatir, jika nanti sampai banyak masyarakat Madinah, terutama yang Yahudi masuk Islam, maka mereka tidak lagi mendapatkan uang upeti, sogok atau minimal pemasukan mereka akan berkurang.

Karena alasan ini, mereka berusaha menghalangi masyarakat Madinah, terutama masyarakat yahudi, agar tidak mengikuti dakwah Nabi Muhammad dan para sahabat. Padahal mereka tahu dengan yakin, bahwa Nabi Muhammad adalah nabi terakhir seperti yang disebutkan dalam taurat.

Dalam tafsir ringkas Kementerian Agama RI, tuntunan pada ayat di atas dipertegas lagi dengan mengajak mereka memeluk islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Dan berimanlah kamu kepada apa, yakni Al-Qur'an, yang telah aku turunkan kepada nabi Muhammad yang membenarkan apa, yakni Taurat, Zabur, dan lain-lain, yang ada pada kamu, dan janganlah kamu menjadi orang yang pertama, yakni yang paling gigih dan paling keras mengingkari dan kafir kepadanya.

Baca Juga: Stop Buang Sampah Saat Berkendara, Ganjarannya Seperti Pembuat Kerusakan

Janganlah kamu jual, campakkan, atau tukar ayat-ayat ku dengan kemegahan duniawi dan dengan harga yang pada hakikatnya murah walaupun tampak mahal, dan bertakwalah hanya kepada-ku, sebab dengan itu kamu akan dapat menjalankan perintah-ku dan meninggalkan larangan-ku, sehingga kamu tidak terjerumus dalam kesesatan. Pada ayat ini, Allah memberikan larangan kepada Bani Israil untuk tidak mencampuradukkan antara kebenaran dan kebatilan.

Janganlah kamu, wahai bani israil, campuradukkan kebenaran dengan kebatilan dengan memasukkan apa yang bukan firman Allah ke dalam kitab Taurat, dan janganlah kamu sembunyikan kebenaran firman-firman Allah seperti berita akan datangnya nabi Muhammad, sedangkan kamu mengetahuinya. Orang-orang Yahudi menyembunyikan berita tentang kedatangan nabi Muhammad yang termaktub di dalam Taurat dengan maksud untuk menghalangi manusia beriman kepadanya.

Meskipun khitab (isi pembicaraan) ayat tersebut ditujukan kepada Bani Israil, namun keumuman ayat ini bisa juga terjadi pada konteks sekarang. Misalnya, bagaimana pemuka agama melestarikan tradisi atau ajaran yang tidak sama sekali bersumber dari imam empat madzhab apalagi para sahabat dan Nabi Saw, sedangkan mereka mengetahui bahwa hal tersebut menyelesihi kebenaran.

Baca Juga: Makan tapi Lupa Belum Berdoa, Segera Baca Ini

Hal lain juga bisa terjadi pada seseorang yang mementingkan aspek politik dan bisnis dengan menyamarkan antara kebenaran dan kebatilan. Bahkan seringkali beberapa ayat al-Qur'an ditakwilkan (dipalingkan maknanya) sesuai selera. Padahal jika dia sadar, keindahan dunia yang memesona dan kenikmatannya yang menyenangkan pasti sirna di kala Allah Swt menghendakinya. Allah Subhanahu wata’ala berfirman:

اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah diantara kalian serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur, dan diakhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. al-Hadid: 20).

Semoga kita tidak termasuk dari orang yang menukarkan dan menjual ayat Allah dengan harga murah, yaitu dunia dan seisinya dengan menyembunyikan kebenaran dan menyamarkan kebatilan.

Baca Juga:

Giliran MPR Minta Pemerintah Indonesia Lobi Saudi Beri Izin Umrah

Innalillahi, BNN: Lebih dari 2.884 Kawasan Rawan Narkoba


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 02 Juni 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)