Hitung Efisiensi Emisi dari Foodbank, Dosen UMMAD Kembangkan Kajian Lingkungan Berbasis Makanan Surplus
Tim langit 7
Kamis, 24 Juli 2025 - 17:18 WIB
Hitung Efisiensi Emisi dari Foodbank, Dosen UMMAD Kembangkan Kajian Lingkungan Berbasis Makanan Surplus
LANGIT7.ID-Madiun; Upaya mengatasi perubahan iklim kini menyentuh ranah ketahanan pangan. Dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD), Khairunisa, S.P., M.Si., sedang menjalankan riset yang menelusuri keterkaitan antara penyelamatan makanan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.
Penelitian ini berhasil memperoleh hibah pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Ditjen Diktiristek Kemendikti Saintek. Dengan tajuk Redistribusi Makanan Surplus dan Food Waste serta Potensi Pengurangan Emisi dan Tantangan dalam Prosesnya, Khairunisa mengembangkan penelitian lanjutan dari tesis magisternya yang juga membahas foodbank.
“Nanti ke lapangannya di Surabaya. Di sana ada foodbank sudah bagus. Mereka mengambil (makanan) dari Malang. Mereka hampir 10 tahun berjalan, bekerjasama dengan pemerintah juga, sudah support bikin roadmap, dijadikan narasumber juga terkait pelayanan foodbank itu seperti apa?” terang Khairunisa dalam keterangannya, Kamis (24/7/2025).
Riset Makanan Terbuang dan Dampaknya
Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar makanan yang bisa diselamatkan dari timbulan, serta seberapa signifikan foodbank mampu mengurangi potensi emisi dari sampah makanan yang semestinya dibuang ke TPA.
“Berapa kilo hingga berapa ton per hari timbulan makanan yang bisa diselamatkan. Lalu jenis makanan yang paling banyak ditimbulkan apa, apakah makanan kemasan, buah-buahan atau sayuran,” jelas Khairunisa.
Selain itu, penelitian ini juga mencoba menghitung emisi gas rumah kaca yang berhasil ditekan melalui aktivitas redistribusi tersebut. Khairunisa ingin membandingkan besaran emisi antara dua skenario: satu, jika makanan langsung menjadi sampah, dan dua, jika makanan tersebut dialihkan melalui foodbank.
Penelitian ini berhasil memperoleh hibah pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Ditjen Diktiristek Kemendikti Saintek. Dengan tajuk Redistribusi Makanan Surplus dan Food Waste serta Potensi Pengurangan Emisi dan Tantangan dalam Prosesnya, Khairunisa mengembangkan penelitian lanjutan dari tesis magisternya yang juga membahas foodbank.
“Nanti ke lapangannya di Surabaya. Di sana ada foodbank sudah bagus. Mereka mengambil (makanan) dari Malang. Mereka hampir 10 tahun berjalan, bekerjasama dengan pemerintah juga, sudah support bikin roadmap, dijadikan narasumber juga terkait pelayanan foodbank itu seperti apa?” terang Khairunisa dalam keterangannya, Kamis (24/7/2025).
Riset Makanan Terbuang dan Dampaknya
Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar makanan yang bisa diselamatkan dari timbulan, serta seberapa signifikan foodbank mampu mengurangi potensi emisi dari sampah makanan yang semestinya dibuang ke TPA.
“Berapa kilo hingga berapa ton per hari timbulan makanan yang bisa diselamatkan. Lalu jenis makanan yang paling banyak ditimbulkan apa, apakah makanan kemasan, buah-buahan atau sayuran,” jelas Khairunisa.
Selain itu, penelitian ini juga mencoba menghitung emisi gas rumah kaca yang berhasil ditekan melalui aktivitas redistribusi tersebut. Khairunisa ingin membandingkan besaran emisi antara dua skenario: satu, jika makanan langsung menjadi sampah, dan dua, jika makanan tersebut dialihkan melalui foodbank.