32 Guru Sekolah Dilatih Ekonomi Syariah: Fokus Bangun Kantin Halal dan Koperasi Pelajar
Tim langit 7
Sabtu, 26 Juli 2025 - 20:32 WIB
32 Guru Sekolah Dilatih Ekonomi Syariah: Fokus Bangun Kantin Halal dan Koperasi Pelajar
LANGIT7.ID–Bandung; Langkah konkret dalam membangun budaya ekonomi syariah di kalangan pelajar Jawa Barat dimulai bukan dari ruang kelas, tapi dari pelatihan intensif yang diikuti para guru. Sebanyak 32 guru dari berbagai SMA dan SMK terlibat aktif dalam pelatihan bertema ekonomi dan keuangan syariah, sebagai fondasi utama bagi implementasi program Sekolah Pelopor Ekonomi Syariah.
Pelatihan ini menjadi tahap awal dari program strategis yang diinisiasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, KDEKS Jawa Barat, FPEB Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Bank Nano Syariah. Program ini sendiri dirancang untuk memperluas wawasan pelajar dalam bidang ekonomi syariah sekaligus mendorong tercapainya target nasional dalam RPJMN.
Materi pelatihan meliputi berbagai aspek fundamental dan terapan dalam ekonomi syariah. Beberapa di antaranya adalah perkembangan ekonomi syariah global dan nasional, prinsip-prinsip dasar seperti nilai dan konsep harta, serta pemahaman mendalam mengenai konsumsi, distribusi, dan uang dalam perspektif syariah.
Selain itu, guru juga diberikan pembekalan terkait fiqh muamalah dan ushul fiqh, sebagai dasar operasional lembaga keuangan syariah. Tak kalah penting, pelatihan juga membahas industri keuangan syariah berikut produk dan praktiknya, serta isu-isu ekonomi syariah terkini yang terjadi di wilayah Jawa Barat.
Untuk mendukung aplikasi praktis di lingkungan sekolah, peserta juga menerima pelatihan mengenai manajemen Unit Pengumpul Zakat (UPZ), koperasi syariah berbasis sekolah, serta bimbingan teknis dalam membentuk dan mengelola kantin halal.
Penunjukan sekolah pelopor ini telah diumumkan secara resmi melalui seremoni pembukaan yang dipimpin oleh Dr. Firman Oktora, S.Si., M.Pd., M.Kom., Kepala Bidang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah daerah dalam mempercepat tumbuhnya ekosistem ekonomi syariah di lingkungan pendidikan menengah.
Dari sisi akademisi, Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA, Dekan FPEB UPI, turut menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam membentuk generasi pelajar yang memiliki pemahaman ekonomi syariah secara praktis. Ia menegaskan, “Dengan sinergi antara lembaga pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan syariah, dan sektor perbankan seperti Bank Nano Syariah, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang memberdayakan siswa melalui praktik ekonomi syariah nyata," ujar dia dalam keterangannya, Sabtu (26/7/2025).
Pelatihan ini menjadi tahap awal dari program strategis yang diinisiasi Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, KDEKS Jawa Barat, FPEB Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), dan Bank Nano Syariah. Program ini sendiri dirancang untuk memperluas wawasan pelajar dalam bidang ekonomi syariah sekaligus mendorong tercapainya target nasional dalam RPJMN.
Materi pelatihan meliputi berbagai aspek fundamental dan terapan dalam ekonomi syariah. Beberapa di antaranya adalah perkembangan ekonomi syariah global dan nasional, prinsip-prinsip dasar seperti nilai dan konsep harta, serta pemahaman mendalam mengenai konsumsi, distribusi, dan uang dalam perspektif syariah.
Selain itu, guru juga diberikan pembekalan terkait fiqh muamalah dan ushul fiqh, sebagai dasar operasional lembaga keuangan syariah. Tak kalah penting, pelatihan juga membahas industri keuangan syariah berikut produk dan praktiknya, serta isu-isu ekonomi syariah terkini yang terjadi di wilayah Jawa Barat.
Untuk mendukung aplikasi praktis di lingkungan sekolah, peserta juga menerima pelatihan mengenai manajemen Unit Pengumpul Zakat (UPZ), koperasi syariah berbasis sekolah, serta bimbingan teknis dalam membentuk dan mengelola kantin halal.
Penunjukan sekolah pelopor ini telah diumumkan secara resmi melalui seremoni pembukaan yang dipimpin oleh Dr. Firman Oktora, S.Si., M.Pd., M.Kom., Kepala Bidang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Langkah ini menunjukkan komitmen kuat dari pemerintah daerah dalam mempercepat tumbuhnya ekosistem ekonomi syariah di lingkungan pendidikan menengah.
Dari sisi akademisi, Prof. Dr. Ratih Hurriyati, M.P., CSBA, Dekan FPEB UPI, turut menyoroti pentingnya kerja sama lintas sektor dalam membentuk generasi pelajar yang memiliki pemahaman ekonomi syariah secara praktis. Ia menegaskan, “Dengan sinergi antara lembaga pemerintah, perguruan tinggi, lembaga keuangan syariah, dan sektor perbankan seperti Bank Nano Syariah, kita dapat menciptakan lingkungan belajar yang memberdayakan siswa melalui praktik ekonomi syariah nyata," ujar dia dalam keterangannya, Sabtu (26/7/2025).