home masjid

Manusia di Persimpangan Potensi: Jalan Rohani atau Jalan Hewani

Senin, 04 Agustus 2025 - 05:15 WIB
Isyarat mengenai unsur imaterial manusiayang membedakannya dari makhluk lainditemukan dalam uraian tentang fitrah, nafs, qalb, dan roh. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID – Dalam banyak hal, Al-Qur’an tidak bersikap romantis ketika berbicara tentang manusia. Kitab suci ini bukan sekadar kumpulan pujian atau kutukan, melainkan sebuah potret eksistensial manusia dalam kedudukannya yang paling paradoksal: makhluk paling mulia sekaligus paling durhaka.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya,” (QS At-Tin [95]: 4), begitu firman Tuhan yang mengangkat harkat insani. Namun, tak lama berselang, kitab yang sama menegur dengan nada tegas: “Sesungguhnya manusia sangat zalim dan sangat mengingkari nikmat.” (QS Ibrahim [14]: 34).

Kontradiksi ini bukanlah paradoks logika, melainkan cermin dari kedalaman potensi manusia itu sendiri. Dalam buku Wawasan Al-Qur’an (Mizan, 1996), Prof. Dr. M. Quraish Shihab menyebut bahwa Al-Qur’an memandang manusia sebagai makhluk yang “berpotensi untuk terbang setinggi malaikat atau jatuh sehina-hinanya melebihi binatang.”

Al-Qur’an menyatakan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang diciptakan dari dua unsur: tanah yang rendah dan roh Ilahi yang tinggi. “Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya dan meniupkan kepadanya roh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.” (QS Shad [38]: 72).

Baca juga: 2 Jiwa Manusia: Hewani dan Rohani, Begini Penjelasan Imam Al-Ghazali

Roh inilah, menurut Quraish Shihab, yang menjadikan manusia sebagai makhluk pemikul amanah, makhluk rasional yang mampu menyusun konsep, mencipta, mengembangkan gagasan, dan menghadirkan peradaban.

Namun, unsur tanah, dengan segala kodrat jasmaniahnya, juga tak bisa dihapuskan. Ia membawa sifat keluh kesah (QS Al-Ma’arij [70]: 19), penuh bantahan (QS Al-Kahfi [18]: 54), dan kikir. Inilah sebabnya manusia tak bisa dimengerti hanya melalui pendekatan spiritual—apalagi semata-mata biologis.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya