Kota Jumilla Larang Perayaan Hari Raya Islam, Pemerintah Spanyol: Benar-Benar Rasis!
Esti setiyowati
Jum'at, 08 Agustus 2025 - 12:12 WIB
Kota Jumilla mengeluarkan peraturan yang melarang perayaan hari raya keagamaan di fasilitas olahraga kota. Foto: Pexels/Lars H Knudsen
Pemerintah Spanyol mengecam Kota Jumilla yang melarang perayaan hari raya umat Islam di fasilitas olahraga umum.
Para kritikus menyebut larangan tersebut upaya tidak langsung menghalangi umat Islam berkumpul untuk merayakan hari raya keagamaan.
Sebelumnya, para pemimpin konservatif di Jumilla, di Spanyol tenggara, mengesahkan larangan tersebut dalam undang-undang lokal pada 28 Juli 2025 lalu.
Baca juga: Kolom Ngabuburit Senja: Bangsa-bangsa: Rasisme, Stereotipe, dan Agenda Politik
Undang-undang tersebut menyatakan bahwa fasilitas olahraga kota dilarang digunakan untuk kegiatan budaya, sosial, atau keagamaan yang tidak terkait dengan Dewan Kota.
Disebutkan bahwa aturan tersebut bertujuan untuk "mempromosikan dan melestarikan nilai-nilai tradisional dan manifestasi identitas budaya kita."
Larangan itu kemudian menjadi topik perdebatan nasional dengan menyentuh isu-isu lama di Eropa seperti imigrasi dan nasionalisme.
Para kritikus menyebut larangan tersebut upaya tidak langsung menghalangi umat Islam berkumpul untuk merayakan hari raya keagamaan.
Sebelumnya, para pemimpin konservatif di Jumilla, di Spanyol tenggara, mengesahkan larangan tersebut dalam undang-undang lokal pada 28 Juli 2025 lalu.
Baca juga: Kolom Ngabuburit Senja: Bangsa-bangsa: Rasisme, Stereotipe, dan Agenda Politik
Undang-undang tersebut menyatakan bahwa fasilitas olahraga kota dilarang digunakan untuk kegiatan budaya, sosial, atau keagamaan yang tidak terkait dengan Dewan Kota.
Disebutkan bahwa aturan tersebut bertujuan untuk "mempromosikan dan melestarikan nilai-nilai tradisional dan manifestasi identitas budaya kita."
Larangan itu kemudian menjadi topik perdebatan nasional dengan menyentuh isu-isu lama di Eropa seperti imigrasi dan nasionalisme.