home masjid

Riwayat Sahih: Ali Bin Abi Thalib Baiat Abu Bakar Usai Wafatnya Fatimah

Ahad, 10 Agustus 2025 - 04:15 WIB
Mereka mengakui keutamaan satu sama lain, hati mereka bersepakat untuk saling menghormati dan mencintai. Ilustrasi: Getty Images
LANGIT7.ID- Di tengah riuh tuduhan perpecahan dan konflik di antara para sahabat Nabi, satu momen dalam sejarah Islam justru menjadi penanda akhlak tinggi dan kematangan jiwa mereka: ketika Ali bin Abi Thalib membaiat Abu Bakar ash-Shiddiq setelah enam bulan wafatnya Rasulullah Muhammad ﷺ.

Narasi kelompok Syiah ekstrem kerap memotret hubungan antara Abu Bakar dan Ahlul Bait sebagai penuh kebencian dan saling curiga. Namun, riwayat sahih dalam Shahih Bukhari (no. 3998) dan Shahih Muslim (no. 1759) justru menampik dugaan tersebut.

Diriwayatkan dari Aisyah, Fatimah az-Zahra—putri Nabi sekaligus istri Ali—pernah meminta hak warisan dari harta fa’i di Madinah, Fadak, dan Khaybar. Namun Abu Bakar menolaknya berdasarkan sabda Rasulullah, “Kami para nabi tidak mewariskan, apa yang kami tinggalkan adalah sedekah.”

Penolakan itu melukai perasaan Fatimah. Ia tak berbicara kepada Abu Bakar hingga akhir hayatnya. Namun, peristiwa itu bukanlah permusuhan yang mengarah pada kebencian sebagaimana digambarkan kelompok Rafidhah. Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan dalam Fathul Bari (7/494), “Ali menahan diri dari membaiat Abu Bakar bukan karena membangkang, melainkan karena menghibur Fatimah yang sedang berduka.”

Baca juga: Menantang Kekuasaan: Ketika Ali bin Abi Thalib Menolak Kebijakan Utsman bin Affan

Ali, sebagai suami dan pelindung Fatimah, memilih untuk mendahulukan perasaan istrinya. Ia juga menyimpan pendapat bahwa perihal khilafah seharusnya dimusyawarahkan bersama keluarga Rasulullah. Namun setelah wafatnya Fatimah, Ali mengundang Abu Bakar untuk mendatanginya secara pribadi. Permintaan agar Umar bin Khattab tidak ikut serta menunjukkan kehati-hatian Ali dalam menjaga suasana hati dan tensi politik saat itu.

Dalam pertemuan tersebut, seperti tercatat dalam hadits, Ali mengakui keutamaan Abu Bakar dan menjelaskan keberatannya: “Kami dahulu berpendapat karena kami kerabat Rasulullah ﷺ, maka kami akan mendapatkan bagian.” Abu Bakar pun menangis dan menegaskan: “Kerabat Rasulullah ﷺ lebih aku cintai daripada keluargaku sendiri.” Akhirnya, Ali menyatakan baiat kepada Abu Bakar dan umat Islam pun bersuka cita.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya