Kisah Hikmah: Tiga Bayi dalam Buaian yang Berbicara
Miftah yusufpati
Ahad, 10 Agustus 2025 - 05:15 WIB
Tiga bayi yang berbicara dalam buaian bukan sekadar kisah mukjizat, tetapi pelajaran hidup yang sangat dalam. Ilustrasi: Scary Mommy
LANGIT7.ID-Dalam kehidupan ini, mukjizat adalah tanda kuasa Allah yang diberikan kepada para nabi atau peristiwa luar biasa yang menunjukkan kebenaran suatu ajaran. Salah satu mukjizat yang jarang terjadi adalah seorang bayi berbicara saat masih dalam buaian.
Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ menyampaikan bahwa hanya ada tiga bayi yang pernah berbicara dalam buaian mereka. Ketiga kisah ini sarat dengan hikmah yang mendalam, membimbing umat manusia untuk memahami keadilan, kasih sayang, dan keteguhan iman.
1. Isa Putra Maryam
Bayi pertama yang berbicara adalah Nabi Isa 'alaihissalam, yang lahir tanpa ayah dari seorang wanita suci, Maryam. Saat kaumnya menuduh Maryam telah melakukan perbuatan keji, bayi Isa—yang saat itu masih dalam gendongan—berbicara dengan fasih untuk membela ibunya dan menjelaskan bahwa dirinya adalah utusan Allah. "Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikanku seorang nabi." (QS. Maryam: 30)
Kisah ini menunjukkan bahwa Allah dapat menunjukkan kebenaran dan membela kehormatan hamba-Nya melalui cara yang tidak biasa, bahkan lewat suara seorang bayi.
Baca juga: Mukjizat yang Tak Terlihat: Kisah Qur’an, Iman, dan Hati yang Terbuka
2. Bayi dalam Kisah Juraij
Dalam hadis sahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dan Muslim, Rasulullah ﷺ menyampaikan bahwa hanya ada tiga bayi yang pernah berbicara dalam buaian mereka. Ketiga kisah ini sarat dengan hikmah yang mendalam, membimbing umat manusia untuk memahami keadilan, kasih sayang, dan keteguhan iman.
1. Isa Putra Maryam
Bayi pertama yang berbicara adalah Nabi Isa 'alaihissalam, yang lahir tanpa ayah dari seorang wanita suci, Maryam. Saat kaumnya menuduh Maryam telah melakukan perbuatan keji, bayi Isa—yang saat itu masih dalam gendongan—berbicara dengan fasih untuk membela ibunya dan menjelaskan bahwa dirinya adalah utusan Allah. "Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Dia memberiku Kitab (Injil) dan Dia menjadikanku seorang nabi." (QS. Maryam: 30)
Kisah ini menunjukkan bahwa Allah dapat menunjukkan kebenaran dan membela kehormatan hamba-Nya melalui cara yang tidak biasa, bahkan lewat suara seorang bayi.
Baca juga: Mukjizat yang Tak Terlihat: Kisah Qur’an, Iman, dan Hati yang Terbuka
2. Bayi dalam Kisah Juraij