home wirausaha syariah

Pasar Modal Syariah Melesat, Partisipasi Investor Muda dan UMKM Ikut Tumbuh

Senin, 11 Agustus 2025 - 21:15 WIB
Pasar Modal Syariah Melesat, Partisipasi Investor Muda dan UMKM Ikut Tumbuh
LANGIT7.ID-Jakarta;Pasar modal syariah Indonesia mencatat pertumbuhan yang signifikan pada 2025. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kapitalisasi pasar syariah tumbuh 24,33% menjadi Rp8.485,79 triliun, sementara Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menguat 17,96% ke level 254,39 poin.

Lonjakan ini juga dibarengi peningkatan jumlah investor secara nasional. Total investor mencapai 17,57 juta atau tumbuh 18,15% sejak awal tahun, dengan mayoritas 54,25% berusia di bawah 30 tahun.

Tidak hanya itu, sektor pembiayaan UMKM melalui Securities Crowdfunding (SCF) turut mencatat hasil positif. Dana sebesar Rp1,64 triliun berhasil dihimpun dari 876 UKM melalui 18 penyelenggara berizin.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan pentingnya peran pasar modal dalam menopang perekonomian, termasuk di segmen syariah, meski sempat menghadapi tekanan di awal tahun.

“Meskipun pada kuartal kedua dan awal tahun ini pasar modal Indonesia menghadapi tekanan berat, kita tetap mampu menunjukkan resiliensi dan kapasitas adaptasi yang baik. Ini menjadi bukti bahwa infrastruktur pasar modal kita semakin tangguh dalam menghadapi gejolak eksternal, sekaligus mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas dan kepastian,” kata Mahendra.

Selain pasar modal syariah, kinerja pasar modal nasional juga menunjukkan tren positif. Hingga 8 Agustus 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 7.533,39 atau menguat 6,41% sejak awal tahun, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp13.555 triliun atau naik 9,88%. Sementara itu, Indonesia Composite Bond Index (ICBI) menguat 7,42% menjadi 421,81.

Mahendra menyebut, nilai Aktiva Bersih Reksa Dana per 7 Agustus 2025 mencapai Rp548,49 triliun atau naik 9,86% sejak awal tahun, sedangkan Asset Under Management (AUM) meningkat 4,92% menjadi Rp878,59 triliun. Aktivitas penghimpunan dana melalui penawaran umum juga masih positif, dengan 128 pernyataan pendaftaran senilai Rp144,78 triliun telah mendapat pernyataan efektif, termasuk 16 emiten baru.
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya