Menteri PANRB Rini Widyantini Pastikan Seleksi Sekolah Kedinasan Dilakukan Secara Transparan
Lusi mahgriefie
Selasa, 12 Agustus 2025 - 14:59 WIB
Menteri PANRB Rini Widyantini memastikan proses seleksi Sekolah Kedinasan dilakukan secara transparan. Foto: menpan.go.id
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengatakan, pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Sekolah Kedinasan Tahun 2025 dilakukan secara objektif dan transparan.
"Pelaksanaan SKD untuk sekolah kedinasan ini dilakukan secara objektif dan transparan. Setiap peserta akan langsung tahu berapa skor yang telah mereka kerjakan, tidak ada joki ataupun nepotisme di dalam proses seleksi ini," katanya usai melakukan peninjauan proses SKD, di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Senin (11/8), dikutip dari laman resmi menpan.go.id.
Proses seleksi dilakukan dengan Computer Assisted Test (CAT) yang mengutamakan transparansi karena hasil tes para peserta dapat dilihat secara langsung.
Pemerintah menyediakan alokasi kebutuhan CPNS tahun 2025 melalui sekolah kedinasan. SKD hari pertama ini diikuti oleh sekira 5.000 peserta yang mendaftar di instansi yang membuka pendaftaran sekolah kedinasan.
Baca juga:Target Revitalisasi Sekolah Tahun Ini Bertambah, dari Semula 10.440 Menjadi 13.763 Sekolah
Menteri Rini menambahkan, dirinya melakukan peninjauan untuk memastikan kesiapan proses seleksi serta menjamin pelaksanaan dilakukan secara transparan. Seleksi dilaksanakan secara ketat sehingga menutup rapat celah kecurangan, tujuannya untuk menghasilkan individu yang berkualitas.
Lebih lanjut disampaikan proses seleksi sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dalam Asta Cita, khususnya penguatan pembangunan SDM dan reformasi birokrasi, agar pelayanan publik semakin profesional, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.
"Pelaksanaan SKD untuk sekolah kedinasan ini dilakukan secara objektif dan transparan. Setiap peserta akan langsung tahu berapa skor yang telah mereka kerjakan, tidak ada joki ataupun nepotisme di dalam proses seleksi ini," katanya usai melakukan peninjauan proses SKD, di Kantor Badan Kepegawaian Negara (BKN), Jakarta, Senin (11/8), dikutip dari laman resmi menpan.go.id.
Proses seleksi dilakukan dengan Computer Assisted Test (CAT) yang mengutamakan transparansi karena hasil tes para peserta dapat dilihat secara langsung.
Pemerintah menyediakan alokasi kebutuhan CPNS tahun 2025 melalui sekolah kedinasan. SKD hari pertama ini diikuti oleh sekira 5.000 peserta yang mendaftar di instansi yang membuka pendaftaran sekolah kedinasan.
Baca juga:Target Revitalisasi Sekolah Tahun Ini Bertambah, dari Semula 10.440 Menjadi 13.763 Sekolah
Menteri Rini menambahkan, dirinya melakukan peninjauan untuk memastikan kesiapan proses seleksi serta menjamin pelaksanaan dilakukan secara transparan. Seleksi dilaksanakan secara ketat sehingga menutup rapat celah kecurangan, tujuannya untuk menghasilkan individu yang berkualitas.
Lebih lanjut disampaikan proses seleksi sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dalam Asta Cita, khususnya penguatan pembangunan SDM dan reformasi birokrasi, agar pelayanan publik semakin profesional, adaptif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.