home masjid

Aql dalam Al-Qur’an: Pengikat Tak Kasatmata Manusia

Selasa, 12 Agustus 2025 - 15:22 WIB
Dari susunan ayat-ayatnya, Quraish Shihab mengurai tiga dimensi yang bisa ditangkap dari kata kerja aql. Ilustrasi: Ist
LANGIT7.ID- Di antara ratusan kata yang bertebaran dalam Al-Qur’an, ada satu kata yang justru tak pernah muncul dalam bentuk tunggalnya: ‘aql — yang kita kenal sebagai “akal”. Kitab suci itu hanya memuat bentuk kata kerja, baik kini maupun lampau.

“Akal,” menurut Prof. Dr. M. Quraish Shihab dalam Wawasan Al-Qur’an (Mizan), secara bahasa berarti “tali pengikat” atau “penghalang.” Dalam perspektif Al-Qur’an, ia adalah “sesuatu yang mengikat atau menghalangi seseorang terjerumus dalam kesalahan atau dosa.” Namun, apa tepatnya yang dimaksud “sesuatu” itu, kitab suci tak pernah menjelaskannya secara gamblang.

Dari susunan ayat-ayatnya, Quraish Shihab mengurai tiga dimensi yang bisa ditangkap dari kata kerja ‘aql.

Pertama, daya memahami dan menggambarkan sesuatu. Misalnya, dalam QS Al-‘Ankabut [29]: 43:

"Demikian itulah perumpamaan-perumpamaan yang Kami berikan kepada manusia, tetapi tidak ada yang memahaminya kecuali orang-orang alim."

Baca juga: Menikah: Antara Hukum dan Hikmah dalam Nalar Al-Quran

Daya ini, kata Quraish, berbeda-beda antara manusia. Al-Qur’an menggambarkan tanda-tanda kebesaran Allah — pergantian siang dan malam, penciptaan langit dan bumi — sebagai bukti bagi ulul albab, mereka yang berakal tajam (QS Al-Baqarah [2]: 164).
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya