Inggris dan Sekutunya Mendesak Tindakan Konkret Atasi Kelaparan di Gaza
Lusi mahgriefie
Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:50 WIB
sumber: UN News
Negara Inggris, Uni Eropa, Australia, Kanada, dan Jepang bereaksi atas situasikelaparan yang makin meluas di Palestina hingga menyebabkan banyak warga mati kelaparan. Mereka mengatakan bahwa "kelaparan sedang terjadi di depan mata kita", dan mendesak tindakan segera untuk mengatasinya.
Negara-negara tersebut menuntut "langkah segera, permanen, dan konkret" untuk memfasilitasi masuknya bantuan ke Gaza. Sementara Israel tetap dengan bantahannya bahwa tidak terjadi kelaparan di Gaza, Palestina.
Kota Gaza telah diserang udara secara intensif, menurut badan pertahanan sipil Hamas di wilayah tersebut, sementara pasukan Israel bersiap menduduki kota tersebut.
Baca juga: Serangan Udara Israel Tewaskan Ratusan di Gaza, Trump Akui Krisis Kelaparan Makin Parah
Mahmud Bassal, juru bicara, mengatakan bahwa wilayah permukiman Zeitoun dan Sabra telah dihantam bom dan serangan pesawat tak berawak selama tiga hari yang menyebabkan kerusakan besar pada rumah-rumah warga sipil, dan penduduk tidak dapat menemukan korban tewas dan luka-luka.
PBB menuduh badan-badan PBB tidak mengambil bantuan di perbatasan dan mengirimkannya. Pernyataan bersama tersebut juga menuntut diakhirinya penggunaan kekuatan mematikan di dekat lokasi distribusi bantuan dan konvoi truk, tempat PBB mengatakan lebih dari 1.300 warga Palestina telah tewas, sebagian besar oleh militer Israel.
Secara terpisah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Selasa mengimbau Israel untuk mengizinkannya menyimpan pasokan medis guna menangani situasi kesehatan yang "katastrofik" sebelum Israel menguasai Kota Gaza.
Negara-negara tersebut menuntut "langkah segera, permanen, dan konkret" untuk memfasilitasi masuknya bantuan ke Gaza. Sementara Israel tetap dengan bantahannya bahwa tidak terjadi kelaparan di Gaza, Palestina.
Kota Gaza telah diserang udara secara intensif, menurut badan pertahanan sipil Hamas di wilayah tersebut, sementara pasukan Israel bersiap menduduki kota tersebut.
Baca juga: Serangan Udara Israel Tewaskan Ratusan di Gaza, Trump Akui Krisis Kelaparan Makin Parah
Mahmud Bassal, juru bicara, mengatakan bahwa wilayah permukiman Zeitoun dan Sabra telah dihantam bom dan serangan pesawat tak berawak selama tiga hari yang menyebabkan kerusakan besar pada rumah-rumah warga sipil, dan penduduk tidak dapat menemukan korban tewas dan luka-luka.
PBB menuduh badan-badan PBB tidak mengambil bantuan di perbatasan dan mengirimkannya. Pernyataan bersama tersebut juga menuntut diakhirinya penggunaan kekuatan mematikan di dekat lokasi distribusi bantuan dan konvoi truk, tempat PBB mengatakan lebih dari 1.300 warga Palestina telah tewas, sebagian besar oleh militer Israel.
Secara terpisah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Selasa mengimbau Israel untuk mengizinkannya menyimpan pasokan medis guna menangani situasi kesehatan yang "katastrofik" sebelum Israel menguasai Kota Gaza.