Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 April 2026
home global news detail berita

Inggris dan Sekutunya Mendesak Tindakan Konkret Atasi Kelaparan di Gaza

lusi mahgriefie Rabu, 13 Agustus 2025 - 10:50 WIB
Inggris dan Sekutunya Mendesak Tindakan Konkret Atasi Kelaparan di Gaza
sumber: UN News
LANGIT7.ID-, - Negara Inggris, Uni Eropa, Australia, Kanada, dan Jepang bereaksi atas situasi kelaparan yang makin meluas di Palestina hingga menyebabkan banyak warga mati kelaparan. Mereka mengatakan bahwa "kelaparan sedang terjadi di depan mata kita", dan mendesak tindakan segera untuk mengatasinya.

Negara-negara tersebut menuntut "langkah segera, permanen, dan konkret" untuk memfasilitasi masuknya bantuan ke Gaza. Sementara Israel tetap dengan bantahannya bahwa tidak terjadi kelaparan di Gaza, Palestina.

Kota Gaza telah diserang udara secara intensif, menurut badan pertahanan sipil Hamas di wilayah tersebut, sementara pasukan Israel bersiap menduduki kota tersebut.

Baca juga: Serangan Udara Israel Tewaskan Ratusan di Gaza, Trump Akui Krisis Kelaparan Makin Parah

Mahmud Bassal, juru bicara, mengatakan bahwa wilayah permukiman Zeitoun dan Sabra telah dihantam bom dan serangan pesawat tak berawak selama tiga hari yang menyebabkan kerusakan besar pada rumah-rumah warga sipil, dan penduduk tidak dapat menemukan korban tewas dan luka-luka.

PBB menuduh badan-badan PBB tidak mengambil bantuan di perbatasan dan mengirimkannya. Pernyataan bersama tersebut juga menuntut diakhirinya penggunaan kekuatan mematikan di dekat lokasi distribusi bantuan dan konvoi truk, tempat PBB mengatakan lebih dari 1.300 warga Palestina telah tewas, sebagian besar oleh militer Israel.

Secara terpisah, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Selasa mengimbau Israel untuk mengizinkannya menyimpan pasokan medis guna menangani situasi kesehatan yang "katastrofik" sebelum Israel menguasai Kota Gaza.

"Kita semua mendengar tentang 'lebih banyak pasokan kemanusiaan diizinkan masuk', itu belum terjadi, atau terjadi dengan kecepatan yang terlalu lambat," kata Rik Peeperkorn, perwakilan badan tersebut di wilayah Palestina, mengutip bbc.com. "Kami ingin segera mengisi persediaan rumah sakit," tambahnya.

"Saat ini kami tidak dapat melakukannya. Kami harus bisa mendapatkan semua obat-obatan esensial dan pasokan medis."

Baca juga: Afrika Selatan Kecam Israel Gunakan "Kelaparan" sebagai Senjata di Gaza

Kabinet perang Israel pada hari Senin memilih untuk menduduki Kota Gaza, sebuah langkah yang dikutuk pada pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB di hari yang sama. Pada hari Selasa, kemarin, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan bahwa mereka "berada di awal situasi pertempuran baru".

Pemerintah Israel belum memberikan jadwal pasti kapan pasukannya akan memasuki wilayah tersebut. Pada hari Minggu, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan pasukan Israel telah diinstruksikan untuk membongkar "dua benteng Hamas yang tersisa" di Kota Gaza dan wilayah pusat di sekitar al-Mawasi.

Ia juga menguraikan rencana tiga langkah untuk meningkatkan bantuan di Gaza, termasuk menetapkan koridor aman untuk distribusi bantuan, serta lebih banyak pengiriman bantuan melalui udara oleh pasukan Israel dan mitra lainnya.

Namun, di darat, warga Kota Gaza mengatakan mereka terus-menerus diserang dari udara. Majed al-Hosary, seorang warga di Zeitoun, Kota Gaza, mengatakan kepada AFP bahwa serangan tersebut "sangat intens selama dua hari".

"Setiap kali terjadi serangan, tanah bergetar. Ada korban di bawah reruntuhan yang tak terjangkau karena penembakan terus berlanjut," ujarnya.

Baca juga: Australia Bakal Akui Negara Palestina di Sidang Umum PBB, Buntut Kekecewaan Terhadap Israel

"Kedengarannya seperti perang dimulai kembali," kata Amr Salah (25) kepada Reuters. "Tank-tank menembakkan peluru ke rumah-rumah, dan beberapa rumah terkena tembakan, sementara pesawat-pesawat melakukan apa yang kami sebut cincin api, di mana beberapa rudal mendarat di beberapa jalan di Gaza timur."

Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas di Gaza mengatakan bahwa 100 orang tewas telah dibawa ke rumah sakit di seluruh Gaza dalam 24 jam terakhir, termasuk 31 orang yang tewas di lokasi bantuan. Lima orang lainnya juga meninggal karena kekurangan gizi, tambahnya.

Israel telah menghadapi kritik yang semakin meningkat atas perang 22 bulan dengan Hamas, dengan para ahli yang didukung PBB memperingatkan akan terjadinya kelaparan yang meluas di wilayah yang terkepung tersebut. (*/lsi/bbc/reuters)

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)