home global news

Dikecam Banyak Negara dan Dinilai Ilegal, Israel Bersikeras Bangun Permukiman

Kamis, 21 Agustus 2025 - 16:10 WIB
Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich mengumumkan rencana pembangunan 3.400 rumah di wilayah E1 minggu lalu. Foto: bbc.com
Ada lebih dari 145 negara di dunia telah dan akan mengakui negara Palestina. Israel yang menentang keras hal ini memiliki rencana untuk memupuskan "ide" tersebut, yaitu membangun permukiman dan akan diwujudkan segera, meskipun mendapat kecaman luas.

Rencana permukiman Israel yang dikecam luas dan akan melintasi wilayah yang diperjuangkan Palestina untuk negara telah menerima persetujuan akhir pada hari Rabu lalu, menurut pernyataan dari Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich.

Baca juga: Terbaru, Ada Lebih dari 145 Negara Akui Keberadaan Negara Palestina

Persetujuan proyek E1 yang akan membelah Tepi Barat yang diduduki dan memisahkannya dari Yerusalem Timur, diumumkan minggu lalu oleh Smotrich. Hal ini pun mendapat persetujuan akhir dari komisi perencanaan Kementerian Pertahanan pada hari Rabu. Dikutip dari Reuters, Kamis (21/8/2025).

"Dengan E1, kami akhirnya mewujudkan apa yang telah dijanjikan selama bertahun-tahun," ujar Smotrich, seorang ultra-nasionalis di koalisi sayap kanan yang berkuasa, dalam sebuah pernyat aan. "Negara Palestina sedang dihapus dari meja perundingan, bukan dengan slogan, melainkan dengan tindakan."

Memulai kembali proyek ini dapat semakin mengisolasi Israel. Sebab beberapa sekutu Barat yang frustrasi dengan kelanjutan dan eskalasi perang Gaza yang direncanakan, telah mengumumkan bahwa mereka akan mengakui negara Palestina di Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada bulan September.

"Kami mengecam keputusan yang diambil hari ini untuk memperluas permukiman ini, yang akan menancapkan paku di jantung solusi dua negara," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric. "Kami menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan semua aktivitas permukiman."
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya