home wirausaha syariah

Kolom Ekonomi Syariah: Kenapa Kelesuan Ekonomi Rakyat Tidak Terbaca?

Senin, 25 Agustus 2025 - 05:00 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Kenapa Kelesuan Ekonomi Rakyat Tidak Terbaca?
LANGIT7.ID-Di media sosial gencar beredar keluhan usaha kecil rakyat bawah yang merupakan mayoritas usaha ekonomi kita, mengeluh dikenakan banyak pajak.

Sebenarnya yang benar benar naik adalah PPN dari 11 ke 12 persen bagi UMKM menengah dengan omzet minimal 4,5 milyar setahun, pajak kendaraan yang kini mencapai 9 ragam pajak, pajak atau cukai minuman berpemanis, dan wajib asuransi kendaraan kepada pihak ke tiga. Di daerah warung warung kecil atau yang mulai merangkak naik terkena retribusi hotel dan restoran sekitar 10 persen. Padahal penjualan menurun karena penurunan daya beli kelompok menengah dan juga bawah.



Di sampinmg kenaikan pajak, faktor lainya adalah kenaikan target anggaran pemerintah baik pusat dan daerah yang kemudian menjelma menjadi target para petugas pajak. Mereka bekerja lebih keras dengan menagih atau mengintensifkan penagihan kepada berbagai usaha rakyat banyak, UMKM.

Baca juga: Kolom Ekonomi Syariah: Wakaf, Pesantren, Dan Swastanisasi Penjara

Sementara kesempatan kesempatan yang mestinya bisa dinikmati UMKM, akses tidak diberikan kepada mereka. Misalnya program MBG makan berigizi gratis, tetap tidak bisa menjangkau warung warung yang ada yang sekarang sangat sepi. Karena MBG dipecahkan dengan pendirian dapur baru. Jika ada restoran beralih ke MBG juga restoran besar karena dituntut 3500 porsi sehari. Sistem voucher yang bisa ditukar ke warung warung sebelah sekolah yang tentu saja perlu diverifikasi dan diedukasi “kesehatan”nya dengan memberi stiker tempat penukaran MBG. Anak anak akan senang karena boleh memilih yang mereka suka yang sudah disehatkan oleh aparat MBG dan usaha usaha mikro benar benar kecipratan pesta ratusan triliun program pemerintah. Janganlah mereka hanya dijadikan penonton pesta rakyat ini. Dengan cara yang cerdas dan “baik hati” ini maka 370 triliun dijamin akan terserap dan jika terjadi keracunan akan dilokalisir pada satu warung kecil saja.

Baca juga:Kolom Ekonomi Syariah: Pasang Surut Bank Bank Menengah
Baca Selanjutnya
Bagikan artikel ini:
Berita Lainnya
berita lainnya