Plastik Jadi Penyumbang Sampah Terbesar Kedua di Indonesia
Muhammad rifai akif
Selasa, 05 Oktober 2021 - 12:12 WIB
Dua peselancar tengah menikmati sunset di Pantai Kuta, Bali dengan latar belakang tumpukan sampah plastik. Foto: LANGIT7/iStock
Menurut data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, plastik berada di posisi dua sebagai jenis sampah dengan volume terbesar di Indonesia.
Lebih lanjut, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional menemukan bahwa penggunaan plastik didominasi oleh monomaterial fleksibel seperti kantong pengiriman produk, tas belanja, dan selotip. Pemerintah pun berupaya untuk melakukan pengelolaan sampah secara berkelanjutan dan menargetkan Indonesia dapat bebas plastik pada 2040.
Memahami hal tersebut, Blibli berupaya untuk menjadikan kegiatan belanja daring menjadi lebih ramah lingkungan. Maka dari itu, Blibli mengajak pelanggan dan insan perusahaan untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan menjalankan gaya hidup berkelanjutan demi kelangsungan hidup alam Indonesia yang sehat dan bersih dengan menjalankan inisiatif #BlibliCintaBumi.
Baca juga : Stop Buang Sampah Saat Berkendara, Ganjarannya Seperti Pembuat Kerusakan
“Blibli Cinta Bumi merupakan inisiatif ramah lingkungan dari Blibli, khususnya untuk pengurangan penggunaan plastik dalam operasional bisnisnya. Dan pada kesempatan ‘Dikagetin Histeria’ kami akan ajak pelanggan untuk mengembalikan kardus ke Blibli agar di daur ulang,” jelas Project Lead Blibli #DikagetinHisteria Wilson Kiantoro.
Inisiatif Blibli Cinta Bumi ini mulai dijalankan pada 2020 lalu dan telah mendapat respons yang positif. Dengan kampanye tersebut, e-commerce lokal ini mengajak pelanggan mengelola sampah plastik dan kardus bekas dengan lebih mudah.
Pelanggan bisa menyerahkan sampah plastik dan kardus bekas tersebut ke Blibli lewat kurir BES, layanan logistik in-house Blibli, saat mereka mengantar barang. Juga disediakan Collection Boxes di lokasi tersedia untuk pengumpulan plastik dan kardus tersebut.
Lebih lanjut, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional menemukan bahwa penggunaan plastik didominasi oleh monomaterial fleksibel seperti kantong pengiriman produk, tas belanja, dan selotip. Pemerintah pun berupaya untuk melakukan pengelolaan sampah secara berkelanjutan dan menargetkan Indonesia dapat bebas plastik pada 2040.
Memahami hal tersebut, Blibli berupaya untuk menjadikan kegiatan belanja daring menjadi lebih ramah lingkungan. Maka dari itu, Blibli mengajak pelanggan dan insan perusahaan untuk menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dan menjalankan gaya hidup berkelanjutan demi kelangsungan hidup alam Indonesia yang sehat dan bersih dengan menjalankan inisiatif #BlibliCintaBumi.
Baca juga : Stop Buang Sampah Saat Berkendara, Ganjarannya Seperti Pembuat Kerusakan
“Blibli Cinta Bumi merupakan inisiatif ramah lingkungan dari Blibli, khususnya untuk pengurangan penggunaan plastik dalam operasional bisnisnya. Dan pada kesempatan ‘Dikagetin Histeria’ kami akan ajak pelanggan untuk mengembalikan kardus ke Blibli agar di daur ulang,” jelas Project Lead Blibli #DikagetinHisteria Wilson Kiantoro.
Inisiatif Blibli Cinta Bumi ini mulai dijalankan pada 2020 lalu dan telah mendapat respons yang positif. Dengan kampanye tersebut, e-commerce lokal ini mengajak pelanggan mengelola sampah plastik dan kardus bekas dengan lebih mudah.
Pelanggan bisa menyerahkan sampah plastik dan kardus bekas tersebut ke Blibli lewat kurir BES, layanan logistik in-house Blibli, saat mereka mengantar barang. Juga disediakan Collection Boxes di lokasi tersedia untuk pengumpulan plastik dan kardus tersebut.