Risiko Pinjaman Online, Mulai dari Riba sampai Terjerat Utang
Fajar adhitya
Selasa, 05 Oktober 2021 - 11:54 WIB
Risiko pinjaman online, mulai dari riba sampai terjerat utang. (Foto: Pixabay).
Risiko pinjaman online harus diketahui oleh ummat Islam agar tidak terjerumus pada dosa besar riba. Selain itu tak jarang orang terjerat utang karena masalah ini.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan menyarankan agar pinjaman online atau pinjol dihapuskan. Sebab menghindari kemudharatan dari pada menarik manfaat lebih diutamakan.
Riba dalam berpiutang adalah sebuah penambahan nilai atau bunga melebihi jumlah pinjaman saat dikembalikan dengan nilai tertentu yang diambil dari jumlah pokok pinjaman untuk dibayarkan oleh debitur.
Baca Juga: Pinjaman Online Terbaik untuk Ummat, Prosesnya di Sepertiga Malam
Praktik utang yang rusak dan haram ialah memberikan sistem bunga, atau memberikan manfaat kepada orang yang memberikan utang, semisal melebihkan bayarannya.
Seorang penyintas pinjol berbasis riba bercerita bagaimana pinjol-pinjol membuatnya depresi. Tak hanya meneror dirinya, pinjol-pinjol ini juga menarget teman-temannya yang terdaftar sebagai penjamin.
Alih-alih mendapat bantuan keuangan yang solutif, dia malah terjerat 12 penyedia layanan pinjol. Utangnya terus berlipat ganda hingga lima kali lipat seiring pembayaran yang tertunda.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) bahkan menyarankan agar pinjaman online atau pinjol dihapuskan. Sebab menghindari kemudharatan dari pada menarik manfaat lebih diutamakan.
Riba dalam berpiutang adalah sebuah penambahan nilai atau bunga melebihi jumlah pinjaman saat dikembalikan dengan nilai tertentu yang diambil dari jumlah pokok pinjaman untuk dibayarkan oleh debitur.
Baca Juga: Pinjaman Online Terbaik untuk Ummat, Prosesnya di Sepertiga Malam
Praktik utang yang rusak dan haram ialah memberikan sistem bunga, atau memberikan manfaat kepada orang yang memberikan utang, semisal melebihkan bayarannya.
Seorang penyintas pinjol berbasis riba bercerita bagaimana pinjol-pinjol membuatnya depresi. Tak hanya meneror dirinya, pinjol-pinjol ini juga menarget teman-temannya yang terdaftar sebagai penjamin.
Alih-alih mendapat bantuan keuangan yang solutif, dia malah terjerat 12 penyedia layanan pinjol. Utangnya terus berlipat ganda hingga lima kali lipat seiring pembayaran yang tertunda.