Kolom Ekonomi Syariah:Kejenuhan Ekonomi Rakyat
Prof dr bambang setiaji
Senin, 08 September 2025 - 05:53 WIB
Foto: Istimewa
LANGIT7.ID-Mayoritas mutlak bentuk usaha dalam perekonomian kita adalah ekonomi tradisional atau ekonomi rakyat yang meliputi 90 persen bentuk usaha yang ada. Usaha rakyat ini sebagian besar berskala mikro dengan bekerja sendiriran atau mempekerjakan keluarga tak dibayar terkadang dibantu tenaga tidak tetap.
Struktur atasnya yang 10 persen berbentuk lebih maju mulai memperkerjakan tenaga dibayar. Dan puncaknya adalah ekonomi formal atau modern yang menggunakan organisasi bisnis, berijin formal, juga membayar pajak.
Usaha rakyat tersebut terbesar di pertanian dan hampir seimbang di perdagangan akomodasi dan makanan. Sub sektor makanan terutama warung makan sangat padat di kota kota.
Sektor makanan ini merupakan usaha subsisten di luar pertanian yang sudah sangat padat karena pertumbuhan yang sangat tinggi, rupanya membuka warung dan kafe adalah jalan mengadu keberuntungan di tengah persaingan yang makin ketat.
Kepadatan restoran dan warung makan di Indonesia di berbagai kota terbilang tidak normal. Tidak ditemukan di berbagai negara sepadat itu. Hal tersebut sebenarnya menggambarkan kesulitan masuk di sektor lain dan menyebabkan penumpukan residual.
Bidang transportasi khususnya OJOL juga merupakan penampakan residual yang menonjol. Pekerja transportasi berjumlah sekitar 8 jutaan dan OJOL merupakan yang menonjol dan mudah terorganisir menjadi kerumunan.