Benjamin Sesko Tanpa Daya, Man Utd Dibantai Man City 3-0, Fans Murka Sistem Amorim
Nabil
Senin, 15 September 2025 - 08:50 WIB
Penyerang Manchester United, Benjamin Sesko. Dok: YouTube Manchester United
LANGIT7.ID-Jakarta;Benjamin Sesko datang ke Manchester United dengan ekspektasi besar setelah transfer musim panas, tapi sejauh ini belum juga tampil meyakinkan. Saat dipercaya jadi starter perdana di Premier League melawan Manchester City, ia gagal memberi dampak. United pun dihajar 3-0 di Etihad.
Sesko nyaris tak menunjukkan kualitas aslinya, sementara di sisi lain Erling Haaland justru memperlihatkan bagaimana seorang striker seharusnya bekerja dengan mencetak dua gol setelah Phil Foden membuka skor. Kini Sesko sudah melakoni empat laga liga dan satu di Piala Liga tanpa satu pun gol maupun assist.
Semakin sering dimainkan, semakin terlihat jelas masalah utamanya. Persoalan itu mirip dengan yang pernah dialami Rasmus Højlund ketika masih berseragam United.
Hanya 1 Tembakan Lawan Man City
Menghadapi City, Sesko hanya mencatat 20 sentuhan bola – paling sedikit dari semua starter. Hasilnya, cuma sekali ia bisa melepaskan tembakan. Saat debut lawan Arsenal, ia bahkan hanya menyentuh bola tujuh kali, lalu 17 kali melawan Fulham, delapan kali saat bertemu Burnley. Rata-ratanya hanya 1,3 tembakan per laga, dengan 0,3 yang tepat sasaran.
Memang, tidak semua striker harus banyak terlibat dalam permainan. Haaland, misalnya, juga minim sentuhan (31 kali) di derby Manchester, dan Viktor Gyokeres di Arsenal juga kerap begitu. Bedanya, mereka tetap dapat suplai bola yang cukup dari rekan setim, sehingga bisa menghasilkan gol.
Di United, ceritanya lebih rumit. Sampai saat ini, kalau Sesko ingin menembak ke gawang, ia seperti harus menciptakan peluangnya sendiri. Itu tugas yang berat, apalagi untuk pemain muda yang baru beradaptasi di liga baru.
Sesko nyaris tak menunjukkan kualitas aslinya, sementara di sisi lain Erling Haaland justru memperlihatkan bagaimana seorang striker seharusnya bekerja dengan mencetak dua gol setelah Phil Foden membuka skor. Kini Sesko sudah melakoni empat laga liga dan satu di Piala Liga tanpa satu pun gol maupun assist.
Semakin sering dimainkan, semakin terlihat jelas masalah utamanya. Persoalan itu mirip dengan yang pernah dialami Rasmus Højlund ketika masih berseragam United.
Hanya 1 Tembakan Lawan Man City
Menghadapi City, Sesko hanya mencatat 20 sentuhan bola – paling sedikit dari semua starter. Hasilnya, cuma sekali ia bisa melepaskan tembakan. Saat debut lawan Arsenal, ia bahkan hanya menyentuh bola tujuh kali, lalu 17 kali melawan Fulham, delapan kali saat bertemu Burnley. Rata-ratanya hanya 1,3 tembakan per laga, dengan 0,3 yang tepat sasaran.
Memang, tidak semua striker harus banyak terlibat dalam permainan. Haaland, misalnya, juga minim sentuhan (31 kali) di derby Manchester, dan Viktor Gyokeres di Arsenal juga kerap begitu. Bedanya, mereka tetap dapat suplai bola yang cukup dari rekan setim, sehingga bisa menghasilkan gol.
Di United, ceritanya lebih rumit. Sampai saat ini, kalau Sesko ingin menembak ke gawang, ia seperti harus menciptakan peluangnya sendiri. Itu tugas yang berat, apalagi untuk pemain muda yang baru beradaptasi di liga baru.