IPO Jadi Strategi PAM Jaya Modernisasi Layanan Air Jakarta
Nabil
Jum'at, 19 September 2025 - 16:17 WIB
IPO Jadi Strategi PAM Jaya Modernisasi Layanan Air Jakarta
LANGIT7.ID-Jakarta;PAM Jaya menyiapkan lompatan besar pembiayaan lewat penawaran saham perdana (IPO) guna mempercepat modernisasi layanan air di Jakarta. Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin, menekankan bahwa langkah ini dirancang agar proyek-proyek masif—mulai dari penggantian jaringan pipa menua, digitalisasi hingga smart water—bisa dibiayai tanpa menunggu ruang fiskal APBD.
Arief memaparkan kesiapan perusahaan menuju perusahaan terbuka dimulai dari perapian internal menyeluruh. “Progres IPO saat ini sedang di perjalanan kita housekeeping," ujar dia di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Ia menjelaskan prosesnya meliputi audit legal, keuangan, dan operasional, sembari membenahi tata kelola agar kinerja transparan, akuntabel, dan kredibel di mata publik maupun calon investor.
Baca juga: Jakarta Hadapi Tantangan Berat: Air Baku Tercemar, Intrusi Laut, hingga Kebocoran Pipa
Prasyarat reguler juga sedang ditempuh. Arief menyebut perubahan bentuk badan hukum sebagai kunci sebelum menuju pasar modal. “Kalau Perseroda nya nggak berubah, badan hukumnya nggak berubah, saya nggak bisa IPO,” ujar dia.
Dengan demikian, alur transformasi diarahkan berurutan, yakni persiapan legal, penguatan tata kelola, barulah eksekusi IPO ketika semua kelengkapan korporasi terpenuhi.
Ia menegaskan IPO tak sama dengan menukar kendali kepada swasta. “Tbk itu bukan privatisasi secara quote unquote seolah olah dikuasai oleh swasta, bukan,” ujar dia
Arief memaparkan kesiapan perusahaan menuju perusahaan terbuka dimulai dari perapian internal menyeluruh. “Progres IPO saat ini sedang di perjalanan kita housekeeping," ujar dia di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (19/9/2025).
Ia menjelaskan prosesnya meliputi audit legal, keuangan, dan operasional, sembari membenahi tata kelola agar kinerja transparan, akuntabel, dan kredibel di mata publik maupun calon investor.
Baca juga: Jakarta Hadapi Tantangan Berat: Air Baku Tercemar, Intrusi Laut, hingga Kebocoran Pipa
Prasyarat reguler juga sedang ditempuh. Arief menyebut perubahan bentuk badan hukum sebagai kunci sebelum menuju pasar modal. “Kalau Perseroda nya nggak berubah, badan hukumnya nggak berubah, saya nggak bisa IPO,” ujar dia.
Dengan demikian, alur transformasi diarahkan berurutan, yakni persiapan legal, penguatan tata kelola, barulah eksekusi IPO ketika semua kelengkapan korporasi terpenuhi.
Ia menegaskan IPO tak sama dengan menukar kendali kepada swasta. “Tbk itu bukan privatisasi secara quote unquote seolah olah dikuasai oleh swasta, bukan,” ujar dia