Kolom Ekonomi Syariah: Drone Economics Ekonomi Gen Z
Prof dr bambang setiaji
Senin, 22 September 2025 - 05:45 WIB
Kolom Ekonomi Syariah: Drone Economics Ekonomi Gen Z
LANGIT7.ID-Kehadiran menkeu baru dengan gaya memimpin yang berbeda, memberi kesegaran dan harapan ekonomi baru. Ekonomi tumbuh dengan koordinasi dua mesin fiskal dan moneter diharapkan bak pesawat yang melesat. Model sederhana dari pemikiran pertumbuhan ekonomi dua mesin pesawat adalah model IS LM, keseimbangan investasi - saving dan money - liqudity yang diajukan oleh Hick (1937) matematikawan yang berusaha memodel pemikiran Keynes setahun sebelumnya.
Model tentu saja berkembang lebih modern menjadi IS MP untuk Monetary Policy, dan yang lebih modern DSGE dynamic stocastiss general equilibrium, keseimbangan umum yang memasukkan unsur waktu dan random shock. Walaupun berkembang makin rumit dan hanya bisa difahami terbatas karena penggunaan matematika, inti dasarnya tetap dua mesin pesawat fiksal dan moneter.
Apa kelemahan model ini di seluruh dunia? Tepat sekali digambarkan seperti pesawat yang terbang lurus dan mungkin cepat jika kedua mesin dirancang ekpansif. Pertumbuhan yang tinggi tetapi meninggalkan banyak pemain tetap landasan. Yaitu GAP ekonomi yang makin tinggi. Sejak era reformasi pertumbuhan sekitar 5 persen menyebabkan GAP yang meningkat, kemiskinan tidak berubah, dan ekonomi rakyat, UMKM makin tertinggal, data besaran deposito atau aset lain seperti tanah yang sangat timpang.
Baca juga: Mekeu Jalma Lipat Seprapat Tamat
Ketimpangan ini merisaukan, dan sejak lama menjadi pemikiran ekonom ekonom yang disponsori Bank Dunia seperti Stiglitz dan Amartya Sen. Model pertumbuhan yang sekaligus pemerataan, atau pertumbuhan yang inklusif merangkul yang masih dhuafa diajukan.
Pemikiran terakhir ini sangat cocok dengan pemikiran ekonomi syariah, religionomics.
Ilmu ekonomi sejak lama memperoleh inspirasi dari bidang lain terutama fisika dan mekanika. Bila ekonomi yang berbasis IS LM dua mesin pesawat digambarkan pertumbuhan eklusif, ekonomi yang tumbuh bersama kurang lebih seperti drone.
Model tentu saja berkembang lebih modern menjadi IS MP untuk Monetary Policy, dan yang lebih modern DSGE dynamic stocastiss general equilibrium, keseimbangan umum yang memasukkan unsur waktu dan random shock. Walaupun berkembang makin rumit dan hanya bisa difahami terbatas karena penggunaan matematika, inti dasarnya tetap dua mesin pesawat fiksal dan moneter.
Apa kelemahan model ini di seluruh dunia? Tepat sekali digambarkan seperti pesawat yang terbang lurus dan mungkin cepat jika kedua mesin dirancang ekpansif. Pertumbuhan yang tinggi tetapi meninggalkan banyak pemain tetap landasan. Yaitu GAP ekonomi yang makin tinggi. Sejak era reformasi pertumbuhan sekitar 5 persen menyebabkan GAP yang meningkat, kemiskinan tidak berubah, dan ekonomi rakyat, UMKM makin tertinggal, data besaran deposito atau aset lain seperti tanah yang sangat timpang.
Baca juga: Mekeu Jalma Lipat Seprapat Tamat
Ketimpangan ini merisaukan, dan sejak lama menjadi pemikiran ekonom ekonom yang disponsori Bank Dunia seperti Stiglitz dan Amartya Sen. Model pertumbuhan yang sekaligus pemerataan, atau pertumbuhan yang inklusif merangkul yang masih dhuafa diajukan.
Pemikiran terakhir ini sangat cocok dengan pemikiran ekonomi syariah, religionomics.
Ilmu ekonomi sejak lama memperoleh inspirasi dari bidang lain terutama fisika dan mekanika. Bila ekonomi yang berbasis IS LM dua mesin pesawat digambarkan pertumbuhan eklusif, ekonomi yang tumbuh bersama kurang lebih seperti drone.