prof. bambang setiaji dan pdt. dr. roland m. octavianus, th. m.Selasa, 16 September 2025 - 06:59 WIB
LANGIT7.ID– Pak Menkeu, MBG bisa menjadi andalan untuk mempercepat likuiditas rakyat. Sebab, MBG akan berbelanja bahan baku sehingga roda ekonomi tetap berjalan. Caranya adalah dengan mengubah MBG dari yang saat ini membuat dapur sendiri—yang justru menyaingi usaha rakyat—menjadi Badan AKREDITASI KESEHATAN PANGAN SEKOLAH.
Kafe-kafe yang tumbuh bak cendawan di musim kemarau, dengan kapasitas 200 orang, bisa hidup dan berkembang. Kafe-kafe itu milik anak-anak muda kita. Para pengusaha pun akan menjaga kualitas kesehatan pangan, karena mereka tahu jika terjadi keracunan, bisnisnya akan langsung dihentikan. Sistem otomatis seperti ini masih berjalan dengan baik. Bahkan, inilah yang paling sesuai: dengan kapasitas 200 orang, pangan tetap akan tersaji segar, fresh from the oven.
Sebagai reciprocal requisite, setiap kafe yang berpartisipasi wajib mengambil pembiayaan kredit Himbara sebesar Rp200 triliun, yang akan menjadi bola salju pendorong ekonomi. Terbang dengan dua mesin itu memang bagus, tetapi sudah kuno. Bayangkan jika kita bisa terbang dengan 10 juta baling-baling bertenaga baterai. Jumlah warung kita sama dengan jumlah petani.
(Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah dan Ketua Umum Yayasan Pelayanan Pekabaran Injil Indonesia/YPPII Batu)