JMFW 2026 Perluas Konektivitas Antar Pelaku UMKM Fesyen dan Pasar Global
Lusi mahgriefie
Kamis, 25 September 2025 - 10:20 WIB
Peluncuran JMFW 2026 dengan tema Essential Lab oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso. Foto: dok. JMFW
Ajang modest fashion Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 membuka jalan untuk memperluas konektivitas antara pelaku UMKM fesyen dan pasar global, melalui skema business matching.
Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, perwakilan perdagangan (perwadag) RI yang berada di luar negeri dapat membantu memfasilitasi skema business matching.
"Kemendag memiliki 46 perwadag di 33 negara yang bertugas menjual produk Indonesia, termasuk produk fesyen. Kami memiliki program business matching yang sampai sekarang sudah memfasilitasi kurang lebih 800 UMKM dengan total potensi transaksi mencapai USD 90,04 juta," ungkap Mendag Busan, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Langit7, dikutip Kamis (25/9/2025).
Peluncuran JMFW 2026 telah dihelat, namun untuk acara puncaknya akan diselenggarakan pada 6-9 November 2025 di Kartika Expo Balai Kartini, Jakarta.
Rangkaian kegiatan pada puncak acara akan mencakup 12 parade gelaran busana, pameran dagang (trade show), gelar wicara (talkshow), penjajakan bisnis (business matching), hingga acara penghargaan (award show). Akan hadir lebih dari 100 desainer, lebih dari 1.000 koleksi jenama, dan menargetkan 8.000 pengunjung selama empat hari kegiatan.
Baca juga:Modest Fashion Sudah Mendunia, Kini Giliran Makanan Halal Jadi Senjata Ekonomi Syariah Indonesia
JMFW 2026 mengangkat tema "Essential Lab" yang bermakna menjadi laboratorium fesyen dalam menentukan arah modest fashion Indonesia. "Layaknya laboratorium medis yang menjadi rujukan untuk menentukan kondisi kesehatan, JMFW berfungsi sebagai laboratorium fesyen untuk memetakan arah gaya berpakaian masa depan," ujar Mendag Busan.
Menurut Menteri Perdagangan Budi Santoso, perwakilan perdagangan (perwadag) RI yang berada di luar negeri dapat membantu memfasilitasi skema business matching.
"Kemendag memiliki 46 perwadag di 33 negara yang bertugas menjual produk Indonesia, termasuk produk fesyen. Kami memiliki program business matching yang sampai sekarang sudah memfasilitasi kurang lebih 800 UMKM dengan total potensi transaksi mencapai USD 90,04 juta," ungkap Mendag Busan, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Langit7, dikutip Kamis (25/9/2025).
Peluncuran JMFW 2026 telah dihelat, namun untuk acara puncaknya akan diselenggarakan pada 6-9 November 2025 di Kartika Expo Balai Kartini, Jakarta.
Rangkaian kegiatan pada puncak acara akan mencakup 12 parade gelaran busana, pameran dagang (trade show), gelar wicara (talkshow), penjajakan bisnis (business matching), hingga acara penghargaan (award show). Akan hadir lebih dari 100 desainer, lebih dari 1.000 koleksi jenama, dan menargetkan 8.000 pengunjung selama empat hari kegiatan.
Baca juga:Modest Fashion Sudah Mendunia, Kini Giliran Makanan Halal Jadi Senjata Ekonomi Syariah Indonesia
JMFW 2026 mengangkat tema "Essential Lab" yang bermakna menjadi laboratorium fesyen dalam menentukan arah modest fashion Indonesia. "Layaknya laboratorium medis yang menjadi rujukan untuk menentukan kondisi kesehatan, JMFW berfungsi sebagai laboratorium fesyen untuk memetakan arah gaya berpakaian masa depan," ujar Mendag Busan.