Kemendikdasmen dan Universitas di Thailand Gelar Budidaya Urban Farming untuk Guru dan Komunitas Lokal
Lusi mahgriefie
Jum'at, 26 September 2025 - 06:33 WIB
Kemendikdasmen dan Universitas di Thailand Gelar Budidaya Urban Farming untuk Guru dan Komunitas Lokal
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia melalui SEAMEO BIOTROP bekerja sama dengan Kasetsart University Thailand menyelenggarakan Pelatihan Budidaya Berkelanjutan melalui Urban Farming untuk Mendukung Konservasi Biodiversitas, Pendidikan, dan Ketahanan Pangan.
Kegiatan yang berlangsung pada 22–24 September 2025 di Fakultas Kehutanan, Kasetsart University, Thailand ini diikuti oleh 32 peserta yang terdiri atas guru, perwakilan universitas, serta komunitas lokal.
Pelatihan bertujuan membekali peserta dengan keterampilan praktis pertanian berkelanjutan untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Acara dibuka oleh Deputi Direktur Bidang Administrasi SEAMEO BIOTROP, Elis Rosdiawati. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengenai keterampilan teknis seperti hidroponik, budidaya jamur, tabulampot, dan kultur jaringan, tetapi juga menumbuhkan visi keberlanjutan dan ketangguhan.
"Guru adalah tonggak ilmu pengetahuan yang akan memastikan dampak dari pelatihan ini menjangkau ruang kelas dan komunitas," ujarnya.
Baca juga:Kemendikdasmen Latih Siswa SMK di Jakarta dalam Meningkatkan Literasi Digital
Sambutan juga disampaikan oleh John Arnold Sasi Siena, Deputi Direktur Bidang Program dan Pengembangan SEAMEO Sekretariat, yang mewakili Direktur SEAMEO Sekretariat, Datuk Habibah Abdul Rahim. John menekankan pentingnya keterampilan pertanian perkotaan bagi para guru.
Kegiatan yang berlangsung pada 22–24 September 2025 di Fakultas Kehutanan, Kasetsart University, Thailand ini diikuti oleh 32 peserta yang terdiri atas guru, perwakilan universitas, serta komunitas lokal.
Pelatihan bertujuan membekali peserta dengan keterampilan praktis pertanian berkelanjutan untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
Acara dibuka oleh Deputi Direktur Bidang Administrasi SEAMEO BIOTROP, Elis Rosdiawati. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya mengenai keterampilan teknis seperti hidroponik, budidaya jamur, tabulampot, dan kultur jaringan, tetapi juga menumbuhkan visi keberlanjutan dan ketangguhan.
"Guru adalah tonggak ilmu pengetahuan yang akan memastikan dampak dari pelatihan ini menjangkau ruang kelas dan komunitas," ujarnya.
Baca juga:Kemendikdasmen Latih Siswa SMK di Jakarta dalam Meningkatkan Literasi Digital
Sambutan juga disampaikan oleh John Arnold Sasi Siena, Deputi Direktur Bidang Program dan Pengembangan SEAMEO Sekretariat, yang mewakili Direktur SEAMEO Sekretariat, Datuk Habibah Abdul Rahim. John menekankan pentingnya keterampilan pertanian perkotaan bagi para guru.