home sosok muslim

Perjalanan AM Fachir, dari Santri Hingga Jadi Diplomat Penyelamat WNI di Luar Negeri

Rabu, 06 Oktober 2021 - 16:25 WIB
Abdurrahman Mohammad Fachir (foto: Wikipedia))
Tepat 26 November 1957 lalu, di salah satu sudut kota Banjarmasin lahir seorang bayi kecil yang diberi nama Abdurrahman Mohammad Fachir. Saat remaja, Fachir menjadi santri di Pondok Modern Darussalam Gontor. Siapa sangka, hari ini ia jadi salah satu diplomat andalan Republik Indonesia hingga pernah menduduki jabatan Wakil Menteri Luar Negeri.

AM Fachir menjadi bukti nyata pernyataan Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin dan Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid, bahwa santri itu keren, bisa jadi apa saja.

Baca Juga: Wamenag: Santri itu Keren, Bisa Jadi Menteri Hingga Presiden

Pada 27 Oktober 2014, ia dilantik oleh Presiden Joko Widodo sebagai Wakil Menteri Luar Negeri RI, dan purna tugas pada 2019 lalu. Perjalanan AM Fachri sudah mendunia sebelum menerima amanah sebagai wakil menteri.

Ia pernah bekerja sebagai Duta Agung Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Republik Arab Mesir (2007-2011), Direktur Jenderal Informasi dan Diplomat Publik Kementerian Luar Negeri RI (2011-2014), dan Duta Agung Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Kerajaan Arab Saudi pada Maret hingga Oktober 2014.

Fachir kecil menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Banjarmasin. Pada 1972, ia berangkat ke pulau Jawa. Di pulau inilah ia menyandang status sebagai seorang santri. Ia mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar dan Pondok Modern Darussalam Gontor.

Baca Juga: Ahmad Fuadi, Santri Mendunia yang Sebarkan Inspirasi Lewat Novel Best Seller
Berita Terkait
Berita Lainnya