Respons Kemenlu Soal Foto Prabowo di Baliho Israel: Tidak akan Ada Pengakuan
Esti setiyowati
Selasa, 30 September 2025 - 11:46 WIB
Respons Kemenlu Soal Foto Prabowo di Baliho Israel: Tidak akan Ada Pengakuan. Foto: X/abrahamshield25.
Kementerian Luar Negeri memberi klarifikasi terkait potret Presiden RI Prabowo Subianto dalam kampanye berlogo Abraham Shield.
Dalam baliho, yang ditayangkan di Abraham Accords di Tel Aviv, Prabowo Subianto tampak berjejer bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Baca juga: Viral Potret Prabowo di Papan Iklan Abraham Shield Israel
Juru Bicara Kemenlu, Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengakui Israel sebelum Palestina merdeka dan berdaulat.
"Posisi Indonesia sangat jelas bahwa tidak akan ada pengakuan dan normalisasi dengan Israel baik melalui Abraham Accords atau platform lainnya, kecuali Israel terlebih dahulu mau mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat," kata juru bicara Yvonne Mewengkang dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).
Yvonne mengatakan hal tersebut juga pernah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono.
"Bahwa visi apa pun terkait Israel harus dimulai dari pengakuan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina," tegas Yvonne.
Dalam baliho, yang ditayangkan di Abraham Accords di Tel Aviv, Prabowo Subianto tampak berjejer bersama Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.
Baca juga: Viral Potret Prabowo di Papan Iklan Abraham Shield Israel
Juru Bicara Kemenlu, Yvonne Mewengkang menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengakui Israel sebelum Palestina merdeka dan berdaulat.
"Posisi Indonesia sangat jelas bahwa tidak akan ada pengakuan dan normalisasi dengan Israel baik melalui Abraham Accords atau platform lainnya, kecuali Israel terlebih dahulu mau mengakui negara Palestina yang merdeka dan berdaulat," kata juru bicara Yvonne Mewengkang dalam keterangannya, Selasa (30/9/2025).
Yvonne mengatakan hal tersebut juga pernah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI, Sugiono.
"Bahwa visi apa pun terkait Israel harus dimulai dari pengakuan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina," tegas Yvonne.