Wamenag: Teknologi Tak Dapat Gantikan Peran Guru dan Dosen
Ahmad zuhdi
Rabu, 06 Oktober 2021 - 19:27 WIB
Ilustrasi pendidikan jarak jauh. Foto: Langit7.id/iStock
Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menilai perkembangan teknologi semakin terasa saat dunia tengah didera pandemi Covid-19 seiring berkembangnya kenormalan baru atau new normal. Namun demikian, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran pendidik, seperti guru dan dosen.
Pesan ini disampaikan Zainut saat menyampaikan keynote speaker pada Konferensi Internasional ke-7 tentang Pendidikan dalam Masyarakat Muslim yang digelar secara virtual oleh UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Baca Juga:Tak Hanya Reaktif, Wamenag Minta PTKI Lebih Responsif
"Pandemi Covid-19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan, melalui bantuan teknologi. Namun, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran pendidik, guru maupun dosen, serta interaksi pembelajaran antara pelajar dan pengajar," kata Zainut dalam keterangannya, Rabu (6/10/2021).
“Sebab, edukasi bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan tetapi juga tentang nilai, kerja sama, dan kompetensi,” sambungnya.
Ia melihat konferensi pendidikan ini sangat penting dan strategis, untuk mendiskusikan sekaligus merumuskan eksistensi pendidikan. Menurut dia, paradigma berpikir tentang pendidikan dan pembelajaran, kurikulum, nilai dan tradisi yang melekat pada budaya bangsa jangan sampai terabaikan.
Baca Juga:Tahap Ketiga, Kemenag Salurkan 3,6 Juta Paket Data Internet
Pesan ini disampaikan Zainut saat menyampaikan keynote speaker pada Konferensi Internasional ke-7 tentang Pendidikan dalam Masyarakat Muslim yang digelar secara virtual oleh UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Baca Juga:Tak Hanya Reaktif, Wamenag Minta PTKI Lebih Responsif
"Pandemi Covid-19 telah memberikan gambaran atas kelangsungan dunia pendidikan di masa depan, melalui bantuan teknologi. Namun, teknologi tetap tidak dapat menggantikan peran pendidik, guru maupun dosen, serta interaksi pembelajaran antara pelajar dan pengajar," kata Zainut dalam keterangannya, Rabu (6/10/2021).
“Sebab, edukasi bukan hanya sekedar memperoleh pengetahuan tetapi juga tentang nilai, kerja sama, dan kompetensi,” sambungnya.
Ia melihat konferensi pendidikan ini sangat penting dan strategis, untuk mendiskusikan sekaligus merumuskan eksistensi pendidikan. Menurut dia, paradigma berpikir tentang pendidikan dan pembelajaran, kurikulum, nilai dan tradisi yang melekat pada budaya bangsa jangan sampai terabaikan.
Baca Juga:Tahap Ketiga, Kemenag Salurkan 3,6 Juta Paket Data Internet