Baznas Kabupaten Semarang Beri Bantuan UMKM Nyaris Bangkrut
Mahmuda attar hussein
Rabu, 06 Oktober 2021 - 20:38 WIB
Pelaku UMKM yang dibantu Baznas Kabupaten Semarang. Foto: Dok: Humas Jateng
Beberapa pelaku UMKM di Ungaran, Jawa Tengah, terdampak pandemi Covid-19. Bahkan, pukulan keras akibat dampak pandemi hingga membuat mereka nyaris gulung tikar.
Merespon hal itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang turun tangan untuk memberikan bantuan kepada pelaku UMKM tersebut. Setidaknya 25 orang pelaku UMKM di Ungaran mendapatkan bantuan modal dari Baznas.
Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Munashir mengatakan, para pelaku UMKM terdampat itu termasuk para mustahik atau kelompok yang berhak menerima zakat. Sehingga, menjadi salah satu prioritas program kerja Baznas.
“Ada tiga program kerja prioritas, yakni jaga kiai, jaga UMKM, dan jaga anak yatim karena pandemi Covid-19. Sebagian dana zakat, infak, dan sedekah akan disalurkan untuk membantu mereka,” katanya saat menyerahkan bantuan kepada Mustahik UMKM, di aula Kantor Baznas setempat, Selasa (5/10).
Baca juga: Digitalisasi jadi Kesempatan Emas di Era New Normal
Diketahui, besaran bantuan modal usaha yang diberikan berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per UMKM. Penentuan besaran bantuan dilakukan berdasarkan kajian kelayakan usaha, dengan total bantuan UMKM yang diberikan, sebesar Rp39,5 juta.
Selanjutnya, Baznas berencana akan melakukan pemberdayaan pelaku usaha buah segar di Jambu dan tanaman hias di Sidomukti Bandungan. Mereka akan mendapat bantuan modal dan lapak dagangan.
Merespon hal itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang turun tangan untuk memberikan bantuan kepada pelaku UMKM tersebut. Setidaknya 25 orang pelaku UMKM di Ungaran mendapatkan bantuan modal dari Baznas.
Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Munashir mengatakan, para pelaku UMKM terdampat itu termasuk para mustahik atau kelompok yang berhak menerima zakat. Sehingga, menjadi salah satu prioritas program kerja Baznas.
“Ada tiga program kerja prioritas, yakni jaga kiai, jaga UMKM, dan jaga anak yatim karena pandemi Covid-19. Sebagian dana zakat, infak, dan sedekah akan disalurkan untuk membantu mereka,” katanya saat menyerahkan bantuan kepada Mustahik UMKM, di aula Kantor Baznas setempat, Selasa (5/10).
Baca juga: Digitalisasi jadi Kesempatan Emas di Era New Normal
Diketahui, besaran bantuan modal usaha yang diberikan berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per UMKM. Penentuan besaran bantuan dilakukan berdasarkan kajian kelayakan usaha, dengan total bantuan UMKM yang diberikan, sebesar Rp39,5 juta.
Selanjutnya, Baznas berencana akan melakukan pemberdayaan pelaku usaha buah segar di Jambu dan tanaman hias di Sidomukti Bandungan. Mereka akan mendapat bantuan modal dan lapak dagangan.