Langit7, Semarang - Beberapa pelaku UMKM di Ungaran, Jawa Tengah, terdampak pandemi Covid-19. Bahkan, pukulan keras akibat dampak pandemi hingga membuat mereka nyaris gulung tikar.
Merespon hal itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Semarang turun tangan untuk memberikan bantuan kepada pelaku UMKM tersebut. Setidaknya 25 orang pelaku UMKM di Ungaran mendapatkan bantuan modal dari Baznas.
Ketua Baznas Kabupaten Semarang, Munashir mengatakan, para pelaku UMKM terdampat itu termasuk para mustahik atau kelompok yang berhak menerima zakat. Sehingga, menjadi salah satu prioritas program kerja Baznas.
“Ada tiga program kerja prioritas, yakni jaga kiai, jaga UMKM, dan jaga anak yatim karena pandemi Covid-19. Sebagian dana zakat, infak, dan sedekah akan disalurkan untuk membantu mereka,” katanya saat menyerahkan bantuan kepada Mustahik UMKM, di aula Kantor Baznas setempat, Selasa (5/10).
Baca juga: Digitalisasi jadi Kesempatan Emas di Era New NormalDiketahui, besaran bantuan modal usaha yang diberikan berkisar Rp1,5 juta hingga Rp2 juta per UMKM. Penentuan besaran bantuan dilakukan berdasarkan kajian kelayakan usaha, dengan total bantuan UMKM yang diberikan, sebesar Rp39,5 juta.
Selanjutnya, Baznas berencana akan melakukan pemberdayaan pelaku usaha buah segar di Jambu dan tanaman hias di Sidomukti Bandungan. Mereka akan mendapat bantuan modal dan lapak dagangan.
Terkait program jaga kiai dan jaga anak yatim Covid-19, lanjut Munashir, bantuan akan diberikan segera setelah ada usulan dan diverifikasi.
“Jadi, jika ada kiai atau tokoh agama Islam yang kesulitan pembiayaan pengobatan atau lainnya akan dibantu. Selain itu, para anak yatim yang orang tuanya meninggal karena Covid-19 juga akan ditanggung biaya sekolah sampai lulus SMP,” tambahnya.
Baca juga: Berikan Latihan Digital, Mahasiswa IPB Bantu Majukan UMKM Bawang Goreng, Kerupuk Kulit dan KopiMenanggapi hal itu, Wakil Bupati Semarang, Basari, mengapresiasi langkah Baznas dalam membantu Pemkab Semarang memulihkan kondisi sosial ekonomi warga yang terdampak pandemi Covid-19.
Basari berharap, Baznas juga dapat membantu percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Semarang.
“Jika cakupan vaksinasi telah mencapai 70 persen dari sasaran, kita akan masuk level 1 PPKM. Kondisi itu akan melonggarkan berbagai kegiatan sosial ekonomi warga,” katanya.
(zul)